Gegara OJK Saham BCA jadi Primadona Stock Trading di Nyiur Melambai

Kepala MNC Sekuritas Cabang Manado, Yansen Sumual.

MANADO, 29 JANUARI 2026 – Saham perbankan atas nama nama Bank Central Asia atau BBCA, selama dua hari ini menjadi pusat perhatian Single Investor Identification (SID) alias investor yang ada di Sulawesi utara (Sulut).

 

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala MNC Sekuritas Cabang Manado, Jansen Sumual fenomena Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Bursa Efek Indonesia (BEI), sangat berpengaruh pada tindakan investor saham di Sulut. Dimana sejak kemarin hingga sore tadi, BBCA menjadi saham yang paling ramai dijual, ditahan dan dibeli.

Baca juga  BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Sulut Hingga 5 Januari

 

Ini bukan tanpa alasan, pada MANADONES di mengurai bahwa sejak tanggal 27 Januari ini BBCA mengalami penurunan dari Rp7.500 ke Rp6.925 , imbas rencana MSCI untuk membekukan BEI. “Malah pagi tadi sempat turun menjadi Rp6.375, namun bergerak naik usai adanya pengumuman dari OJK dan petinggi BEI yang akan segera melakukan perbaikan sesuai ketentua MSCI dengan penetapan Free Float 15 persen, ini kemudian memicu BBCA mengalami penguatan,” ungkap Yansen.

 

Alhasil, sebutnya BBCA saat penutupan sore tadi naik menjadi Rp7.200. “Jadi jika dilihat dari kemarin, BBCA alami peningkatan hingga 12,9 persen. Ini peningkatan yang luar biasa, dari yang paling bawah menjadi agan zona hijau. Lagi lagi peran OJK menenangkan market berimbas positif pada saham bank ini,” terangnya, sembari menyebut pasar saham di Manado tidak mengalami panic selling, karena adanya aksi beli, tahan dan jual dengan alasan yang tepat. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *