MANADO, 29 JANUARI 2026 – Rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI), untuk melakukan pembekuan sementara proses rebalancing (atur ulang) indeks untuk saham-saham di yang ada di pasar saham terbesar di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), sejak dua hari lalu sempat membuat para pemilik Single Investor Identification (SID) alias investor gamang.
Pada MANADONES, salah satu pemlik SID menyebut mulai melakukan hold saham, dan beberapa lainnya mulai meminta info terkini pada pengamat pasar keuangan dan BEI yang ada di Nyiur melambai, tentang menyingkapi gejolak di BEI atas respon minus dari MSCI.
“Kami benar benar siaga selama 12 jam sejak informasi MSCI ini heboh,” ungkap Nova Ini. Kegelisahan ini, dibenarkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (IDX) Sulut di Manado Mario Laurens Iroth. “Hingga tadi siang masih ada beberapa perwakilan SID yang menghubungi kami melalui selular. Memang sejak kemarin hingga sesi pertama siang tadi hal tersebut dipertanyakan dan diminta tanggapan, portfolio memang turun,” ungkap Mario sore tadi pada MANADONES.
Namun, hal ini tak berlangsung lama. Pasalnya, sebut Mario menjelang penutupan sore tadi telah ada perbaikan, karena saham saham mulai rebound. “Lihat saja saham ARCI (PT Archi Indonesia Tbk) yang sempat turun 14,94%, di level 1.650. dan di sore ini per 16:35 WITA telah berada di level 1.925. juga saham BBCA per 16:28 WITA sudah +1,77% di level 7.150 dimana pada pagi sempat turun ke 6.375 atau turun 9,25%,” urainya.
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi utara dan Gorontalo (Sulutgo), menyebut per Desember 2025 lalu, terdata sebanyak SID 132.867 di Sulut.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, MSCI mengumumkan tengah meminta masukan kepada para pelaku pasar terkait rencana penggunaan Monthly Holding Composition Report yang dipublikasikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai tambahan referensi dalam menghitung free float saham emiten Indonesia. MSCI menyebut akan terus memantau perkembangan pasar Indonesia dan berinteraksi dengan pelaku pasar serta otoritas terkait, termasuk OJK dan BEI. (gracey wakary)





