MANADO — Sekira 100 orang malam tadi sekira pukul 20.00 Wita berkumpul di Lapangan Tikala Manado sambil membawa lilin putih. Mereka datang dari berbagai latar belakang agama dan gender, khusus untuk mendoakan para korban dan keluarga, yang terluka dan meninggal dunia karena aksi terorisme yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab, Brenton di dua masjid yang ada di Kota Christchurch, Selandia Baru juga untuk para korban di Papua yang dilanda bencana alam banjir bandang dan gempa bumi di Lombok.
“Ini adalah malam doa dan keprihatinan kita sebagai sesama umat beragama. Apa yang terjadi di Selandia Baru bukanlah mencerminkan kasih sesama ciptaan Tuhan. Kita adalah satu, kita adalah saudara,” ungkap Harold Samperante pada Manadones tadi.
Doa untuk semua korban dan keluarga yang ada di Selandia Baru, Sentani Papu dan Lombok ini menurut Harold digelar oleh Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) di Kota Manado. Tidak hanya itu saja, dia juga menyebut bahwa Kota Manado adalah kota yang beragam dan masuk sebagai kota yang memiliki toleransi beragam, untuk itu rasa saling memiliki sebagai saudara harus dieratkan tanpa melihat agama dan suku masing masing umat.
“Ini tanda keprihatinan kita bersama sekaligus memberikan penguatan pada saudara saudara kita disana,” tambah Ronny Luntungan yang ikut hadir pada kegiatan ini. (*)





