MANADO, 8 SEPTEMBER 2025 – Minuman tradisional Saguer asal Minahasa naik kelas, usai inovasi yang dilakukan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Manado (Polimdo).
Pada PKM kali ini, Polimdo menghadirkan pelatihan membuat Cocktail Mixology berbahan dasar Saguer, di Desa Wisata Darunu Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa utara (Minut), Ketua Tim PKM Polimdo yang dipimpin Dr Agus Walansendow bersama Prof Bet El Largaranse menjelaskan inovasi ini tidak hanya memperkaya khazanah kuliner lokal, tetapi juga menghadirkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Saguer yang selama ini dikenal sebagai minuman tradisional, diolah menjadi kreasi modern yang ramah lingkungan dan memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan, khususnya generasi muda dan pasar internasional,” jelas Agus.
Pendekatan ini, sebutnya mempertemukan tradisi unik warga Minahasa raya, dengan tren gaya hidup kontemporer, sehingga membuka peluang pemasaran yang lebih luas sekaligus menjaga identitas budaya lokal. “Program ini, juga selaras dengan konsep ekonomi hijau karena mendorong pemanfaatan bahan baku alami yang tersedia secara lokal, mengurangi ketergantungan pada produk impor, serta memperkuat rantai pasok berbasis komunitas,” ungkap Prof Bet, pada kegiatan yang mengambil tema Langkah Inovatif Menuju Ekonomi Hijau bagi UMKM Rumah Makan dan Minum di Desa Wisata Darunu..
Dengan demikian, Cocktail Mixology saguer, tambah Bet bukan sekadar kreasi kuliner, tetapi juga strategi pemberdayaan ekonomi berkelanjutan yang berpotensi mengangkat citra Desa Darunu sebagai destinasi wisata kuliner unik di Sulawesi Utara. Para peserta warga dan pemilik UMKM di Desa Darunu juga diajarkan untuk meracik minuman segar ini.
Selain melakukan pelatihan, Tim PKM Polimdo juga menyerahkan starter kit bartender, dan modul inovasi kuliner berbasis saguer untuk UMKM di Darunu dan perwakilan dari Pokdarwis yang ikut pada pelatihan yang digelar belum lama ini. (gracey wakary)





