Desainer Kebaya Indonesia Berbagi Tips Rambah Pasar Luar Negeri

Sejumlah model mengenakan kebaya rancangan desainer Indonesia Vielga Wennida di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (15/6/2026). (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

KUALA LUMPUR, 16 JUNI 2026 (ANTARA) – Desainer kebaya asal Indonesia Vielga Wennida berbagi tips kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk merambah pasar luar negeri.

 

Pemilik dari Roemah Kebaya Vielga ini mengatakan langkah awal yang dapat dilakukan UMKM dalam membidik pasar luar negeri adalah memperkuat identitas dan jaringan media sosial.

 

“Menurut saya harus punya identitas ya. Selain itu orisinalitas sangat penting menurut saya,” kata Vielga saat berbincang dengan ANTARA di sela peresmian kerja sama kemitraan eksklusif Roemah Kebaya Vielga dengan salah satu platform ritel dan distribusi asal Malaysia, Collabstore di Kuala Lumpur, Senin.

 

Produk kebaya rancangan Vielga yang kini sudah merambah pasar Singapura dan Malaysia, memiliki orisinalitas karena dikerjakan secara manual.  Menurut dia, kebaya-kebaya yang diproduksi negara lain umumnya hasil produksi mesin berbasis komputer, dan produksinya bisa dilakukan secara massal.

 

Sementara kebaya miliknya sangat eksklusif karena dibuat secara manual, sehingga memiliki sentuhan personal dan setiap kebaya hasil desainnya tidak akan pernah ada duanya. “Ini bener-bener dikerjakan personal. Ada satu kebaya yang dikerjakan sampai tiga orang. Untuk mengerjakan kebaya kerancang bolong-bolong misalnya, itu manual,” ujarnya.

Baca juga  IHSG Ditutup Naik Seiring Penguatan Bursa Saham Kawasan Asia

 

Vielga melanjutkan, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan UMKM untuk merambah pasar luar negeri adalah mempelajari apa yang diinginkan pasar di negara tujuan, misalnya terkait budaya atau kebiasaan masyarakat di negara tujuan.

 

Vielga mencontohkan, untuk bisa masuk ke Malaysia, maka dirinya melakukan penyesuaian desain kebaya dengan apa yang diinginkan konsumen Malaysia. “Masyarakat Malaysia itu mereka suka yang kebaya yang panjang-panjang, karena di sini banyak Muslim. Jadi harus mencocokkan desain dengan style Muslim, lalu menyesuaikan jenis bahan, teknik bordir, hingga warna,” kata dia.

 

Langkah lain yang tidak kalah penting, kata Vielga, adalah memperkuat jaringan media sosial. Dia mengatakan dengan bantuan media sosial produk yang dimiliki dapat dikenal secara luas bahkan ke mancanegara. Dengan demikian peluang produk untuk dikenal dan disukai publik di luar negeri menjadi terbuka lebar.

 

Dukungan KBRI

 

Terpisah Menteri Konselor/Koordinator Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Hendra Purnama Iskandar yang hadir dalam peresmian kerja sama Roemah Kebaya Vielga dengan Collabstore menyampaikan saran kepada UMKM yang ingin merambah pasar mancanegara. Menurut Hendra, untuk merambah pasar luar negeri, UMKM harus berupaya menghasilkan produk yang terbaik.

 

Kebaya rancangan desainer Indonesia Vielga Wennida di Kuala Lumpur, Malaysia. (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

“UMKM bisa masuk dengan catatan buatlah yang terbaik, jangan asal. Dan yang terbaik bukan berarti paling mahal, tapi sustainability-nya, lalu packaging menarik,” kata Hendra kepada ANTARA. Sebagai seorang diplomat yang telah bertugas selama empat tahun sebagai Menteri Konsuler, Hendra terbiasa memfasilitasi kemitraan pelaku usaha Indonesia dengan Malaysia melalui bussines matching.

Baca juga  Diwarnai Pemukul Wasit dan Tiga Kartu Merah, Aceh Lolos ke Semifinal

 

Dia menyarankan agar pelaku usaha nasional senantiasa melihat apa yang diperlukan publik di negara tujuan. “Jangan memaksakan bahwa ‘oke, laku di Jakarta, laku di Bandung, pasti laku di Malaysia’, itu belum tentu. Jadi kita harus pelajari selera pasar,” kata Hendra. “Kita lihat warna-warna kebaya Vielga ini, ini kan seperti biasa kita temukan misal di Malaka ya. Jadi betul-betul pelajari selera pasar,” imbuhnya.

 

Lebih jauh Hendra menyampaikan KBRI KL berkomitmen terus mendorong dan membantu memfasilitasi UMKM Indonesia untuk bisa merambah pasar Malaysia. KBRI KL secara rutin juga melakukan peninjauan atas permintaan pasar Malaysia.

 

“Selama ini kami juga lihat, mereka masyarakat Malaysia kalau ke Indonesia beli apa saja sih. Dari situ, kita berpikir, kenapa enggak kita hadirkan di sini, untuk memperkenalkan wastra dan produk ekonomi kreatif Indonesia,” jelas Hendra.

 

 

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga

Editor : Maria Rosari Dwi Putri

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *