Prabowo: FTA Indonesia-EAEU Buka Akses ke 290 Juta Konsumen RI

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam penyelenggaraan Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). (ANTARA/YouTube Sekretariat/Maria Cicilia Galuh)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 3 SEPTEMBER 2026 (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyebut Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA) Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) akan memberikan akses pasar bagi produsen Eurasia ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia.

 

Dipantau secara daring melalui siaran langsung Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis, Presiden Prabowo mengatakan perjanjian tersebut juga membuka akses bagi produsen Indonesia ke lima negara anggota EAEU, yakni Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia.

 

“Perjanjian ini merupakan arsitektur perdagangan Selatan-Selatan. Perjanjian ini membuka lima pasar bagi produsen Indonesia dan memberikan produsen Eurasia akses ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam pidato Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis waktu setempat.

Baca juga  Yamaha Luncurkan Xmax Connected TechMax Harga Rp75 Jutaan

 

Menurutnya, FTA Indonesia-EAEU ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025. Perjanjian tersebut mencakup penghapusan atau pengurangan bea atas 11.882 pos tarif atau lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan.

 

Ia menargetkan perdagangan Indonesia-Rusia dapat digandakan dalam periode peninjauan pertama FTA Indonesia-EAEU. Peningkatan tersebut, kata Presiden Prabowo, akan didorong oleh perekonomian kedua negara yang saling melengkapi, serta rencana mulai berlakunya FTA pada awal 2027.

 

“Di Forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas: menggandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-EAEU,” katanya.

 

Presiden Prabowo menilai Indonesia juga dapat menjadi pintu masuk alami bagi pelaku usaha Eurasia ke pasar ASEAN karena Indonesia merupakan pasar terbesar di kawasan dan menjadi pusat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Baca juga  Kosmetik Halal Indonesia Catat Transaksi Rp213 Miliar di Malaysia

 

Presiden Prabowo menegaskan Indonesia ingin FTA tersebut dapat segera berlaku dan dimanfaatkan setelah proses pertukaran notifikasi selesai. Ia juga menyerukan negara anggota EAEU untuk segera menyelesaikan prosedur internal masing-masing.

 

Sementara itu, delegasi bisnis Indonesia yang hadir di EEF ke-11 disebut tengah mempersiapkan pengiriman perdana, mencari pembeli, memastikan logistik, serta menyelesaikan pengaturan pembayaran untuk memanfaatkan FTA tersebut.

 

Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia

Editor : Fitri Supratiwi

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *