Politeknik Expo North Sulawesi Traditional Culinary Asah Jiwa Mahasiswa jadi Entrepreneur

Aktivitas para mahasiswa di Polimdo.

LIPUTAN KHUSUS

MANADO, 14 DESEMBER 2021 – Politeknik Negeri Manado (Polimdo), pagi hingga siang tadi menggelar Politeknik Expo North Sulawesi Traditional Culinary yang diperuntukkan bagi para mahasiswanya yang ada di semester lima di Jurusan Pariwisata.

Bacaan Lainnya

 

Expo yang bertemakan kuliner tradisional daerah ini, dari pantauan MANADONES terlihat ramai dan menarik.

Direktur Polimdo, Dra Mareyke Alelo MBA bersama para peserta Expo.

Pasalnya, puluhan mahasiswa dan mahasiswi saling unjuk gigi mempertunjukkan kemampuan mereka mengelolah kuliner asli Nyiur Melambai, mulai dari racikan saguer tradisional yang kelola dengan gaya modern, kemudian racikan kaya rasa dari kopi Koya yang hingga onde onde ragam rasa.

 

Tim Kopi Koya ragam rasa yang dikomandani oleh Gabriel Runtuwarouw, Julio Maliangkay, dan Oktavianus Kaeng mengaku tampilnya mereka dalam expo ini, didorong oleh rasa penasaran mereka dan keinginan untuk mandiri.

Baca juga  200 Mahasiswa dan Warga Umum Ikuti Vaksinasi – Booster di Gedung Prof Tenda Polimdo

 

“Kami memang pecinta rasa kopi terutama kopi asli Minahasa, Koya. Kami pun sepakat untuk mencoba tampil di expo ini dengan harapan bisa membaca kemauan pasar local alias pasar antarkalangan mahasiswa Politeknik sendiri dengan kopi,” tutur Gabriel sambil tertawa. Dia kemudian menyebutkan bahwa tim yang terdiri dari lima orang inipun tertantang untuk membawa hobi mereka masuk ke expo yang digelar di Lobi Auditorium Politeknik Negeri Manado ini siang tadi.

 

Berbekal dana awal Rp500 ribu, tim merekan pun menghadirkan 46 botol kopi kecil dalam expo ini. “Jika ini diminati, maka kami berniat untuk hadir harian di café pariwisata yang akan disiapkan oleh Direktur kami di area gedung utama,” tambah Maliangkay.

 

Gita saat menyiapkan ondeonde nya di Politeknik Expo North Sulawesi Traditional Culinary.

Senada juga diungkapkan oleh Fanti Gita, mahasiswi cantik ini juga mengaku bahwa di expo ini dia menggelar camu camu tradisional khas Minahasa yang semua bahan bakunya sangat terjangau, Ondeonde pulo.

Baca juga  Berdayakan Masyarakat di Desa Darunu Polimdo Siapkan MoU

“Saya sebenaranya sudah biasa menjualnya dikalangan sendiri. Dan, berharap di expo ini saya juga bisa mengembangkan usaha dengan masuk bagian dalam café pariwisata yang akan dibukan dalam waktu dekat ini,” ungkap Gita yang.

 

Direktur Polimdo, Dra Mareyke Alelo yang hadir dan memantau langsung expo ini, kembali menegaskan bahwa mahasiswa dan mahasiswi Polimdo bukan hanya diciptakan sebagai SDM yang hadal dan professional dan jujur saja dalam pekerjaan, tapi mereka ditargetkan untuk mampu menjadi lebih besar dari sekadar pekerja. “Mereka kami wajibkan menjadi pekerja terbaik dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Jadi bukan hanya pekerja biasa dan professional semata,” tegas Alelo.

 

Untuk itu, Alelo menyebut bahwa sedini mungkin mereka diperkenalkan dengan semua kemandirian dalam berusaha. (graceywakary)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *