Menikmati Pesona Dunia di Waruga Sawangan Spot Sahawung dan Kerajaan Macaca Nigra di Tangkoko

Soft coral warna warni ini bisa ditemui disalah satu spot unggulan dari DSP di Minut, Spot Sahawung. (graceywakary)

MANADONES, 26 JUNI 2022 – Nyiur melambai, memang diberikan pesona alam yang luar biasa menarik, dari daratan hingga bawah lautnya, dan mampu mengundang decak kagum para wisatawan yang berkunjung.

 

Bacaan Lainnya

Berikut hasil jalan jalan tim MANADONES sejak pagi pukul 06.00 Wita hingga sore sekira pukul 16.00 Wita, yang berhasil menjelajah pesona dari Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dan Kota Bitung.

 

Area yang dikunjungi, awalnya adalah kawasan Waruga atau kuburan yang ada di Taman makam purba yang ada di Desa Sawangan Minut. Kawasan ini, amat kental dengan nuansa masyarakat jaman batu nya khas, dimana guratan tulisan penanda makam amat sederhana namun memiliki arti atau symbol sebagai orang yang dihargai pada masanya.

 

Kawasan Taman Purba Waruga di Sawangan Kabupaten Minut yang mengingatkan budaya dari Minahasa. (graceywakary)

“Waruga yang ada disini rata rata adalah kuburan tua yang berhasil dikumpulkan dari desa dan kampung di sekitaran Minut dan Minahasa. Dan, beberapa diantaranya adalah pemimpin daerah hingga dukun serta para pemilik kekayaan di desanya,” kata Ina Umboh, salah satu dari tiga penjaga kawasan adat tua ini.

 

Makam makam ini juga memiliki beberapa pusaka yang ditinggali, sayangnya area pusaka yang ditemui dalam kondisi yang kurang baik,  karena minimnya penjagaan di rumah ala Minahasa ini.

 

Hanya sekira sejam berkeliling di kawasan tua yang bermakna budaya Minahasa ini, tim melanjutkan perjalanan ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang dengan Daerah Super Priorias (DSP) nya yang ada di Pulau Bangka Lihunu, Likupang Minut. Disini, yang dilihat dalah salah satu obyek wisata kelas dunia yaitu bawah lautnya yang ada di spot Sahawung.

Baca juga  Sangihe Ketambahan 6.236 KPM Bansos Sembako

 

Menurut, salah satu guide berlisensi sebaga PADI Instruktur dari Bastianos Bangka Dive Resort, Jandry  Wanget kawasan bawah laut ini, amat disukai para pecinta diving, karena spot ini memiliki pesona ragkaian koral warna warninya yang luar biasa plus area si hiu ekor putih jalan jalan. “Tapi kawasan ini, bukan kawasan yang diperuntukkan untuk para penyelam pemula. Kawasan ini berarus, hingga ada baiknya adalah para penyelam yang memang telah memiliki jam terbang diatas 25 kali di area penyelaman bukan kolam atau telah memiliki sertifikat bukan pemula,” anjurnya.

 

Penyelaman dimulai pukul 11.00 Wita dengan waktu selam selama 40 menit serta maksimal kedalaman adala  20 meter. Benar saja, pesona bahwa air disini memang menarik, warna warni soft koral nya dengan ukuran jumbo ditemui disini, begitu juga dengan kawanan hiu.

 

Usai aksi di bawah laut, sekira pukul 13.30 Wita, tim bersiap untuk melanjutkan perjalan ke kawasan yang juga hanya satu satunya di bumi yaitu kawasan Kerajaan Macaca Nigra yang ada di Hutan Tangkoko Bitung. Perjalanan ini, ditempuh sekira 1 jam 15 menit, kawasan Macaca Nigra alias Monyet hitam pantat merah ini memang hanya ada di Bitung, tidak heran kawasan ini kini telah menjadi kawasan konservasi yang dijaga karena populasi mereka yang makin menurun.

 

Kawanan Rambo tiga yang terlihat di Kawasan Hutan Tangkoko di Bitung, adalah hewan yang dilindungi, dan mereka hanya bisa di temukan di Tangkoko dan Sulut, satu satunya di dunia. (graveywakary)

Sekira pukul 15.30 Wita, tim memasuki pos satu dari Tangkoko bersama Guide Linggo asal Bandung yang sudah menetap selama hampir 20 tahun di Tangkoko. Dia kemudian menjelaskan bahwa di pos satu kami akan bertemu dengan kawasan Macaca Nigra dari Rambo Tiga, yang merupakan turuna dari monyet hitam yang sempat ditangkap warga karena memiliki banya luka akibat menjadi korban pemburu di tahun 90 an lalu yang namanya adalah Rambo satu.

Baca juga  Indonesia Waspada Hepatitis Akut pada Anak Usia 1 Bulan Hingga 16 Tahun

 

Dan benar saja, di pos satu kami sudah menyaksikan kawanan monyet hitam yang sedang dalam posisi berisirahat. Aksi kami, mengambil gambar atau foto, tidak mempengaruhi kegiatan mereka, walau begitu Linggo menyebut bahwa kami harus memiliki jarak aman dengan para hewan yang dilindungi karena terancam punah ini, sekira dua meter dan berusaha untuk tidak melakukan aksi secara tiba tiba.

 

Perjalanan di Pos dua juga menyenangkan, karena kawasan ini memiliki banyak pohon pohon tinggi, membuat nya menjadi kekurangan sinar. Disini kami pun menikmati burung burung elang yang memang ada dan dijaga.

 

Perjalanan menikmati kawasan ini, berlangsung aman dan hanya sekira dua jam, tim telah tiba di area pos tiga untuk kembali ke pos satu. Pos tiga kami bisa menikmati lagi laut elok dengan pantai yang juga menarik.

 

Dan semua perjalanan daratan dan laut, tim tidak mengalami masalah, jadi menikmati pesona keindahan alam ini, bisa dilakukan dalam sehari. Intinya semua dalam keadaaan sehat dan memang ingin berlibur. Selamat menikmati. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *