MANADO, 2 APRIL 2026 – Gempa bumi yang melanda Kota Manado dan Sulawesi utara (Sulut) secara umum, pada pagi tadi dengan kekuatan atau Magnitudo diatas 7, membuat sebagian besar gedung berlantai lebih dari dua mengalami masalah.
Namun guncangan gempa yang berkekuatan mulai M7,3 hingga M7,6 pagi tadi terlihat tidak berdampak banyak pada salah satu gedung ikonik pendidikan yang ada di Kota Manado, yaitu Gedung Kuliah Terpadu (GKT) milik Politeknik Negeri Manado atau Polimdo, yang terletak di Kairagi Manado.
Dari pantauan MANADONES siang tadi, gedung yang memiliki tujuh lantai, dan diresmikan pada 10 November 2021 oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti ini dirancang dengan spesifikasi struktur tahan gempa. Langkah ini diambil mengingat posisi geografis Sulawesi Utara yang berada di wilayah dengan potensi aktivitas seismik atau kerawanan gempa yang tinggi.
Diungkap dalam tesis yang miliki Justitia Pontolowokang tahun 2015, dengan judul Pehitungan Struktur gedung Pendidikan Terpadu Polimdo dia mengungap pembangunan GKT mengacu pada Standar Nasional. Dimana perencanaan gedung ini secara umum telah mengikuti regulasi Standar Nasional Indonesia (SNI), tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung.
Pembangunan gedung tujuh lantai ini mengedepankan perhitungan struktur beton bertulang yang presisi guna menjamin kekuatan bangunan dalam menahan beban statis maupun dinamis. Berdasarkan hasil kajian teknis, struktur gedung ini telah melalui pemodelan 3D menggunakan program SAP2000 untuk memastikan setiap komponen bangunan memenuhi standar keamanan yang berlaku.
Dalam laporan teknis perhitungan struktur, Justitia mengurai bahwa GKT Polimdo menggunakan dimensi penampang, dan penulangan yang bervariasi sesuai dengan beban pada setiap tingkatnya. Pada bagian balok, digunakan ukuran penampang 400 mm x 700 mm dari lantai dasar hingga lantai tujuh, dengan penulangan tumpuan atas sebanyak 6 D 22 mm dan tumpuan bawah 3 D 22 mm.
Sementara itu, untuk menyangga beban vertikal, kolom gedung dirancang dengan spesifikasi sebagai berikut:
- Lantai Dasar & Lantai 1: Ukuran penampang 700 mm x 700 mm dengan tulangan 36 D 22 mm.
- Lantai 2 & Lantai 3: Ukuran penampang 600 mm x 600 mm dengan tulangan 28 D 22 mm.
- Lantai 4 hingga Lantai 7: Ukuran penampang 500 mm x 500 mm dengan tulangan 24 D 22 mm.
Penurunan dimensi kolom pada lantai yang lebih tinggi ini bertujuan untuk efisiensi beban tanpa mengurangi kekakuan struktur dalam menghadapi guncangan gempa.
Untuk metode yang digunakan dalam memastikan keandalan gedung ini mencakup studi lapangan, studi literatur terhadap teori kekuatan bahan, serta konsultasi intensif dengan para ahli struktur. Hal ini bertujuan untuk membandingkan hasil perhitungan teoretis dengan pelaksanaan riil di lapangan. GKT, ungkapnya telah menjadi contoh infrastruktur pendidikan yang aman bagi ribuan mahasiswa di tengah risiko bencana alam yang tidak terduga.
Pembangunan GKT Polimdo sendiri menelan anggaran sekitar Rp69 miliar hingga Rp76,5 miliar yang bersumber dari APBN. Untuk info lainnya terutama penerimaan mahasiswa baru bisa dilihat dalam https://polimdo.ac.id/. (Gracey Wakary)





