MANADO, 21 MEI 2026 — Aspek inklusivitas menjadi pilar utama dalam Nota Kesepahaman (MoU) modernisasi ketenagakerjaan yang disepakati oleh Kementerian Ketenagakerjaan, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat), dan Wadhwani Foundation di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Ketiga lintas sektor ini berkomitmen menyediakan aksesibilitas serta akomodasi yang layak bagi tenaga kerja penyandang disabilitas di 24 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kemnaker di berbagai wilayah Indonesia. Dalam kerja sama ini, Indosat memegang tanggung jawab penuh atas dukungan aksesibilitas digital, sedangkan Wadhwani Foundation menyiapkan modul berbasis plug-and-play yang adaptif sesuai ragam disabilitas peserta.
President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata dari semangat #LebihBaikIndosat untuk membuka peluang yang setara bagi generasi muda, termasuk kelompok rentan.
“Di Indosat, kami percaya teknologi harus terus berkembang untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat. AI bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang,” kata Vikram.
Selain menyediakan modul ramah disabilitas, integrasi platform teknologi JobReady dan Genie AI ke dalam sistem SIAPKerja juga ditujukan untuk memberikan bimbingan karier (career guidance) yang lebih personal bagi para pencari kerja. Tak hanya bagi masyarakat umum, penguatan kapasitas internal berupa pelatihan AI juga akan diberikan kepada para pegawai Kemnaker RI agar siap menghadapi transformasi dunia kerja.
Program yang berjalan mandiri dan berkelanjutan ini ditargetkan mampu mencetak 1 juta talenta digital terampil dan 100 ribu wirausahawan baru hingga masa kontrak berakhir pada tahun 2029 mendatang. Setiap peserta yang menyelesaikan pelatihan ini nantinya akan mendapatkan sertifikat kolaboratif yang diakui secara nasional maupun global. (gracey)





