JAKARTA, 20 MEI 2026 — Memasuki usia ke-31 tahun dalam melayani Indonesia, Telkomsel kian mempertegas posisinya sebagai digital ecosystem enabler nasional.
Langkah ini direalisasikan melalui penguatan infrastruktur konektivitas secara masif dengan mengoperasikan lebih dari 293 ribu Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar di seluruh penjuru negeri.
Langkah ekspansi jaringan broadband ini diklaim menjadi pilar utama dalam mendukung pemerataan akses digital dan mempercepat transformasi digital nasional, termasuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui penyediaan BTS Universal Service Obligation (USO).
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa ke depan, pertumbuhan industri telekomunikasi tidak lagi hanya diukur berdasarkan skala, melainkan dari kemampuan menghadirkan pengalaman yang konsisten serta pemanfaatan teknologi baru.
“Telkomsel akan terus memperkuat perannya sebagai digital ecosystem enabler melalui pengembangan konektivitas broadband, layanan digital terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin seamless, relevan, dan bernilai,” kata Nugroho di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Selain memperluas cakupan seluler yang kini telah menjangkau 97 persen wilayah populasi dengan jaringan 4G dan kepeloporan 5G, Telkomsel juga mencatatkan pertumbuhan signifikan pada segmen fixed broadband. Total basis pelanggan rumah tangga ini kini telah menembus angka 10 juta pelanggan.
Strategi konvergensi (fixed-mobile convergence) yang dijalankan perusahaan juga menunjukkan hasil positif. Penetrasi layanan terintegrasi tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 59 persen, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap efisiensi layanan konektivitas tunggal untuk kebutuhan rumah dan mobilitas. (gracey)





