Pameran dan “Rebahan di Stovia” Digelar di Museum Kebangkitan Nasional

Pengunjung melihat pameran lukisan temporer di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026). ANTARA/ (Sinta Ambar)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 20 MEI 2026 (ANTARA) – Pameran lukisan, pameran meriam, dan aktivasi program “Rebahan di Stovia” digelar di Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta Pusat sebagai bagian dari acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026.

 

Pameran lukisan temporer SciArt 8.0 yang dilaksanakan mulai Rabu sampai 30 Mei 2026 menampilkan 80 lukisan cendekiawan karya Paul Hendro sebagai bentuk penghormatan kepada para pemikir dan ilmuwan yang telah berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan kebangkitan nasional.

 

Museum Kebangkitan Nasional juga menyajikan pameran yang menampilkan 165 meriam koleksi Joseph L. Spartz, filantropis asal Luksemburg yang telah menetap di Indonesia. Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB) Indira Estiyanti Nurjadin mengatakan bahwa koleksi meriam Joseph L. Spartz akan dihibahkan ke MCB untuk dipamerkan ke publik di museum.

Baca juga  Anggota DPR RI Junimart Girsang. ANTARA/HO-Humas DPR

 

Selain pameran, Museum Kebangkitan Nasional melaksanakan program “Rebahan di Stovia” untuk menyampaikan kisah para pelajar di asrama sekolah pendidikan dokter pribumi (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen/Stovia) pada masa lalu.

 

Dalam program itu, perangkat audio yang menghadirkan cerita-cerita tentang pelajar sekolah pendidikan dokter pada masa lalu dipasang pada ranjang-ranjang di Ruang Asrama Stovia di Museum Kebangkitan Nasional. Bangunan Museum Kebangkitan Nasional pada masa lalu merupakan sekolah kedokteran Stovia, tempat lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Boedi Oetomo dikenal sebagai organisasi modern pertama di Indonesia.

 

Kepala Museum dan Cagar Budaya menyampaikan bahwa museum bukan hanya saksi sejarah, melainkan juga ruang untuk menjaga ingatan kolektif bangsa. Pameran dan program yang diadakan dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Museum Kebangkitan Nasional diharapkan dapat menumbuhkan semangat untuk bangkit dan maju.​​​​​​​

Baca juga  Presiden Cek Markas Resimen Kavaleri Berkuda Puji Dedikasi Prajurit

 

“Harapannya kami dapat berkontribusi dalam menumbuhkan semangat persatuan dan kemajuan. Seluruh program yang telah dijadwalkan ini tujuannya untuk memastikan nilai kebangkitan nasional tetap hidup dan dirasakan relevansinya oleh generasi sekarang,” kata Esti.

 

Warga yang ingin menikmati pameran dan program Museum Kebangkitan Nasional bisa berkunjung pada hari Selasa hingga Minggu pada pukul 08.00–16.00 WIB. Tiket masuk ke museum harganya Rp5.000 untuk pengunjung dewasa, Rp3.000 untuk anak usia 3–12 tahun, dan Rp25.000 untuk turis mancanegara.

Pewarta : Sinta Ambarwati

Editor : Maryati

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *