BYD Luncurkan Cip Terbaru untuk Mobil Listrik Swakemudi

Chief Executive Officer BYD, Wang Chuanfu dalam acara peluncuran cip tersebut di kantor pusat BYD, Shenzhen, provinsi Guangdong, Kamis (28/5). ANTARA/Desca Lidya Natalia

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

SHENZHEN, 29 MEI 2026 (ANTARA) – Pabrikan kendaraan listrik asal China BYD meluncurkan teknologi terbaru yaitu cip untuk mengemudi otonom berukuran 4 nanometer (nm) bernama Xuanji A3 yang disebut sebagai terobosan pertama untuk mobil swakemudi.

 

“Di sini saya akan berbagi kabar baik yang sangat menggembirakan, hari ini, cip otomotif BYD yang ke-567 yaitu cip mengemudi otonom berdaya komputasi tinggi hadir! Inilah Xuanji A3 berukuran 4 nanometer yang sepenuhnya dikembangkan sendiri oleh BYD,” kata Chief Executive Officer BYD, Wang Chuanfu dalam acara peluncuran cip tersebut di kantor pusat BYD, Shenzhen, Provinsi Guangdong, Kamis (28/5).

 

Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 300 “content creator” maupun media dari China dan negara lain tersebut, Wang menyatakan bahwa cip tersebut memiliki efisiensi energi terbaik di industrinya dan mengonsumsi daya 20 persen lebih hemat dibandingkan dengan semikonduktor sejenis.

 

Terobosan produk semikonduktor tersebut melewati raksasa teknologi China, Huawei, yang saat ini memproduksi cip dengan berukuran 7 nanometer meski berjanji untuk meluncurkan berukuran cip 1,4 nm pada 2031.

 

Satuan nanometer digunakan untuk menunjukkan ukuran transistor (saklar elektronik) pada sebuah cip. Semakin kecil ukuran sebuah transistor, semakin banyak transistor yang dapat dimuat ke dalam sebuah cip berarti akan membuat cip tersebut menjadi semakin bertenaga.

 

“Sebagai cip otonom 4 nm pertama di China yang dikembangkan sendiri, ini mewakili level tertinggi chip otonom China,” tambah Wang. Hal yang lebih penting, Wang menyebut, BYD sudah mulai memproduksi massal cip tersebut dalam skala besar.

Baca juga  Sri Mulyani: Kerja sama Global Diperlukan Hadapi Perubahan Iklim

 

Perusahaan itu menyatakan bahwa rangkaian perangkat lunak terpadu dalam “platform” komputasi baru buatannya dapat mempercepat kinerja tiga domain yang sebelumnya terpisah di dalam sebuah kendaraan listrik (EV), yaitu: kokpit cerdas yang mencakup kontrol dasbor, fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut, serta sistem propulsi (mesin penggerak) listrik inti.

 

Wang menyebut BYD sudah meluncurkan lebih dari 2.000 produk cip, yang diaplikasikan di berbagai bidang seperti mobil cerdas, baterai konsumen, peralatan rumah tangga seperti AC, kulkas, ponsel, peralatan industri hingga panel solar.

 

BYD saat ini sedang menantikan pengesahan regulasi resmi dari pemerintah China untuk mengizinkan penerapan kendaraan swakemudi secara lebih luas bagi publik. Meski belum menawarkan teknologi swakemudi penuh, BYD berencana untuk memperluas penerapan sistem bantuan pengemudi yang terotomatisasi sebagian ke seluruh model kendaraannya di China.

 

BYD juga akan menerapkan fitur sensor pemetaan laser yang dikenal sebagai Light Detection and Ranging (LiDAR) yaitu teknologi sensor yang memakai cahaya laser untuk mengukur jarak dan membentuk gambaran 3D dari lingkungan sekitar untuk mobil listrik bukan premium, meski teknologi tersebut biasanya hanya disematkan untuk kendaraan premium.

 

Teknologi itu oleh BYD disebut sebagai “God’s Eye” yang awalnya hanya tersedia pada kendaraan-kendaraan yang harganya lebih tinggi. Sistem ini juga sempat menuai serangkaian keluhan karena dinilai tidak berfungsi sebagaimana yang dijanjikan.

 

“Kami punya kabar baik, hari ini, kami telah mencapai terobosan, ke depan akan ditingkatkan ke model ‘end-to-end’ tanpa peta. Kami rencanakan pada bulan September tahun ini akan melakukan push melalui OTA (Over-the-Air yaitu pembaruan software kendaraan yang dikirim lewat internet tanpa harus datang ke bengkel). Jika berhasil, diperkirakan mulai Desember tahun ini akan didorong bertahap ke semua pengguna,” kata dia.

Baca juga  Prabowo: Jokowi Paling Berjasa Memulai Proyek Pabrik Petrokimia Lotte

 

Wang menyebut bahkan model-model yang terjangkau seperti “Seagull” atau “Dolphin” pun dapat dilengkapi dengan pengalaman berkendara cerdas yang biasanya hanya ditemukan pada mobil-mobil mewah. “Paket fitur tambahan kami adalah yang paling murah di industri ini, karena kami menawarkannya hanya seharga biaya produksinya saja.” ungkap Wang.

 

Didirikan pada 1995 sebagai produsen baterai isi ulang, BYD kini memiliki beragam cakupan bisnis yang meliputi otomotif, transit rel, energi baru, dan elektronik, dengan lebih dari 30 industri di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, BYD meluncurkan sejumlah teknologi seperti Blade Battery, Teknologi DM-i Super Hybrid, e-Platform 3.0 Evo, Teknologi CTB, e⁴ Platform, DiSus Intelligent Body Control System, DMO Super Hybrid Off-road Platform, Flash Charging, dan lainnya.

 

Perusahaan ini mengklaim sebagai produsen mobil pertama di dunia yang menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar fosil dalam peralihan menuju kendaraan listrik, dan telah mempertahankan posisi teratas dalam penjualan kendaraan penumpang energi baru di China selama 10 tahun berturut-turut di tengah pasar kendaraan listrik China yang ketat termasuk persaingan dengan Xpeng Inc. dan Xiaomi Corp.

 

Pewarta : Desca Lidya Natalia

Editor : Mahmudah

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *