JAKARTA, 16 JULI 2026 (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, sebagai penanda dimulainya pembangunan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia.
“Dengan mengucap bismilahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, hari Kamis, 16 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, saya nyatakan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas Abadi Masela secara resmi dinyatakan dimulai,” kata Presiden Prabowo di akhir pidato peresmiannya.
Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung saat mengikuti prosesi peresmian melalui sambungan video.
Sementara itu, di lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, hadir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Chief Executive Officer (CEO) INPEX Takayuki Ueda, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, dan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Acara peresmian diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa yang dipandu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kemudian dilanjutkan dengan laporan perkembangan proyek yang disampaikan CEO INPEX Takayuki Ueda sebagai operator utama Blok Masela, serta laporan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Dalam pidatonya sebelum meresmikan groundbreaking proyek, Presiden sempat meminta maaf lantaran tidak bisa hadir untuk meresmikan secara langsung. “Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung, tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa saya tinggalkan di pusat, terpaksa saya hadir melalui video conference ini, tanpa mengurangi rasa hormat saya,” kata Presiden Prabowo.
Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia, sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemerataan pembangunan hingga kawasan timur Indonesia. Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS.
Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari. Pemerintah menyebut proyek yang telah melalui proses pengembangan hampir tiga dekade sejak penandatanganan kontrak pada 1998 itu kini memasuki tahap konstruksi.
Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target, sementara penyelesaian berbagai perizinan strategis dan desain fasilitas utama terus berjalan menuju Final Investment Decision (FID) pada akhir 2026.
Pemerintah juga memproyeksikan kilang LNG Abadi Masela menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia timur. Kehadiran proyek tersebut diharapkan mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi UMKM, serta membuka lapangan kerja dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, LNG Abadi Masela menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional.
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor : Didik Kusbiantoro




