MANADO, 10 JULI 2026 – Ajang Final Safety Riding (SR) Camp 2026 yang diselenggarakan Yayasan Astra Honda Motor (AHM), pada 7–9 Juli di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center Deltamas, Bekasi, berlangsung seru dan menarik.
Dikegiatan yang diikuti oleh 53 duta keselamatan berkendara terbaik se-Indonesia yang terdiri dari 36 duta siswa dan guru SMA/sederajat dari 6 Safety Riding Lab Astra Honda, 9 mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Jember, serta 8 guru PAUD dari Medan, Yogyakarta, dan Karawang.
“Saya bersyukur dapat mengikuti Safety Riding Camp dan mendapatkan kesempatan belajar bersama para duta dari berbagai daerah. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat untuk menginspirasi lebih banyak masyarakat agar berkendara dengan aman,” ujar Nicholas Larhaine Prayitno Putro dari Universitas Jember yang merupakan salah satu peserta SRC 2026.
Dalam siaran pers dari AHM yang diterima MANADONES melalui Humas PT Daya Adicipta Wisesa (DAW), diungkap selama tiga hari, para peserta tidak hanya diuji kemampuan teori dan praktik berkendara. Mereka juga mempelajari teknik memprediksi potensi bahaya di jalan, mengikuti simulasi menggunakan Honda Riding Trainer (HRT), memperdalam kemampuan komunikasi sebagai edukator, hingga memperoleh pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan.
Bagi para guru PAUD, pembelajaran bahkan dikembangkan melalui metode mendongeng agar pesan keselamatan dapat ditanamkan sejak usia dini. Pada akhir kegiatan, Yayasan AHM memberikan apresiasi kepada para peserta terbaik sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menyebarkan budaya keselamatan berkendara.
Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin menyampaikan keberhasilan Safety Riding Camp tidak diukur dari berapa banyak pemenang yang lahir setiap tahun, keberhasilan sesungguhnya adalah ketika semakin banyak masyarakat yang peduli dan mempraktikkan keselamatan berkendara di jalan raya.
Hingga saat ini, para Duta Keselamatan Berkendara Astra Honda telah mengedukasi lebih dari 11.857 orang masyarakat melalui pelatihan teori maupun praktik keselamatan berkendara. Di ruang digital, mereka juga telah menghadirkan 600 konten edukasi sejak 2025 dan berhasil menjangkau lebih dari 519.819 tayangan, membuktikan bahwa pesan keselamatan dapat disampaikan dengan cara yang kreatif dan dekat dengan generasi muda.
“Setiap duta keselamatan berkendara memiliki peran sebagai agen perubahan di lingkungannya. Karena itu, kami terus memperkuat kompetensi mereka agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat melalui berbagai cara, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Semangat Sinergi Bagi Negeri kami wujudkan dengan menghadirkan edukasi keselamatan melalui berbagai metode yang mudah diakses dan dimengerti sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.” tutup Muhib. (gracey wakary)





