Bryan Johnson Ungkap Penyakit Autoimunnya yang tak Bisa Sembuh

Bryan Johnson yang mencoba untuk tetap sehat dan menolak meninggal dunia.

MANADONES, 7 JULI 2026 – Bryan Johnson, dikenal sebagai manusia yang tidak ingin tua, dan terus melakukan proyek ambisius padatubuhnya, dengan melibatkan teknologi canggih dan pakar kesehatan dunia.

 

Bacaan Lainnya

Ia menjadi sorotan global karena proyek pribadinya yang ambisius bernama Project Blueprint, di mana ia menghabiskan jutaan dolar AS per tahun demi membalikkan usia biologis organ-organ tubuhnya agar kembali seperti remaja berusia 18 tahun. Target utamanya adalah “menolak kematian” (Don’t Die) pada 2022 lalu.

 

Namun belum lama ini, seperti dikutip dari Dailymail, Johnson (48) baru-baru ini memberi tahu jutaan pengikutnya di media sosial bahwa ia menderita Autoimmune Gastritis (AIG) atau Gastritis Autoimun. “Lambung saya memakan dirinya sendiri,” jelasnya.

Baca juga  Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pencegahan Korupsi Rektor Unsrat Temui Kajagung

 

Penyakit ini menyerang antara dua hingga lima persen populasi dunia, dan “Kemungkinan lebih besar dari itu, karena gecheck-annya tersembunyi,” kata Johnson. Ia menambahkan bahwa dirinya kini tengah berupaya mencari obat untuk memulihkan kondisi tersebut, yang saat ini penanganannya baru sebatas meredakan gejala.

 

Dalam unggahan panjang di platform X, Johnson membeberkan perjuangannya untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, serta langkah-langkah yang ia ambil untuk mengelola dan mencoba menyembuhkan penyakit tersebut.

 

Johnson menceritakan bahwa sewaktu kecil, ia sering mengonsumsi makanan cepat saji serta makanan dan minuman tinggi gula. Sang biohacker sempat menikmati “beberapa tahun yang sehat” di usia 20-an, sebelum akhirnya kondisi kesehatannya menurun drastis setelah ia menjadi seorang ayah dan mulai membangun bisnisnya.

 

Baca juga  Pikachu Laut jadikan Wakil Sangihe Jawara III di ILSUPC 2023

“Dalam beberapa tahun, saya jatuh ke dalam depresi kronis yang mendalam. Di rentang waktu itulah tubuh saya mulai mengembangkan proses autoimun yang menyerang tiroid dan kemudian lapisan lambung saya,” tulis Johnson di X.

 

Ia pertama kali didiagnosis menderita hipotiroidisme pada usia 21 tahun dan berhasil mengelola kondisi tersebut dengan pengobatan standar selama hampir tiga dekade. Namun selama bertahun-tahun, tanda-tanda bahwa ada masalah lain di tubuhnya terus bermunculan, ungkap Johnson.

 

Baru pada bulan Mei lalu ia menemukan bahwa dirinya juga mengidap AIG. “Saya tidak tahu pasti sudah berapa lama saya mengidapnya. AIG menyebabkan kerusakan yang tidak bisa dipulihkan (irreversible): kekurangan nutrisi, anemia, dan dalam jangka panjang, meningkatkan risiko kanker,” tutur Johnson. (vero)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *