MANADO, 23 JUNI 2026 – Bank Indonesia (BI), kembali menghadirkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026, dengan menggandeng TNI AL.
Di Sulawesi utara (Sulut), program ini resmi digelar pagi tadi di pelabuhan Samuel Languyu (Samla) Satuan Patroli (Satrol) Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) VIII Bitung. Dan Kapal Republik Indonesia (KRI) Selar -879 menjadi bagian utama dalam ERB 2026 di Sulut.
“Pada ERB 2026 ini, kami menggandeng TNI AL dalam hal ini KRI Selar -879. Dimana perjalanan ERP 2026 di Sulut akan ke lima pulau yang ada di daerah 3T atau tertinggal, terdepan dan terluar mulai hari ini hingga 29 Juni 2026 mendatang,” tutur Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulut, Joko Supratikto pagi tadi.
Kelima pulau di Sulut yang dimaksud oleh Joko adalah Pulau Salibabu, Pulau Makalehi, Pulau Karatung, Pulau Kabaruang dan Pulau Miangas. Sementara KASAL, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla dalam sambutannya mengaku bangga dengan hadirnya KRI Selar – 879 mendukung ERB 2026.
“Kehadiran Rupiah di daerah 3T menjadi simbol hadirnya negara, dan menguatkan 3T bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Dengan ini saya perintahkan KRI Selar -879 memulai tugas ini dengan penuh sara kebanggaan dan tanggungjawab yang tinggi,” kata Komandan Kodaerah VIII, Laksamana Muda (Laksda) TNI Dery Triesananto Suhendi, saat membacakan sambutan KASAL.
Sementara Gubernur Sulut, Yulius Selvanus mengungkapkan kehadiran ERP 2026 di Sulut memiliki nilai strategis yaitu mendorong perekonomian di 3T, dan rasa cinta tanah air. “Ketika masyarakat di 3T nyaman menggunakan Rupiah, ini secara langsung telah memperkuat ekonomi bangsa. Kami, Pemrov Sulut mengapresiasi dan berikan penghargaan yang sebesarnya pada TNI AL dan BI,” tambah Gubernur, dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Biro (Karo) Ekonomi Pemprov Sulut, Reza Dotulong. (gracey wakary)





