Wagub Bali Sarankan Sulut Optimalkan Desa dalam Pengembangan Wisata

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta sarankan pengembangan pariwisata lewat desa wisata ke Pemprov Sulawesi Utara dalam pertemuan di Denpasar, Bali, Kamis (16/7/2026). (ANTARA/Ho-Pemprov Bali)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

 

JAKARTA, 16 JULI 2026 (ANTARA) – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyarankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengoptimalkan sumber daya desa dalam pengembangan pariwisata.

 

“Kalau ingin meningkatkan kualitas pariwisata, sebaiknya mengembangkan desa wisata, contohnya Desa Kutuh di Kabupaten Badung yang mengelola Pantai Pandawa, dahulu desa itu termasuk desa miskin tetapi kini menjadi salah satu desa yang paling maju karena mampu mengelola sumber daya wisata dengan baik,” kata dia dalam keterangan Pemprov Bali di Denpasar, Bali, Kamis.

 

Wagub Giri menyampaikan ini saat kunjungan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Johannes Victor Mailangkay yang membahas potensi kerja sama pariwisata. Ia menyarankan optimalisasi desa wisata sebagai salah satu kekuatan yang perlu terus diperkuat, sebab wisatawan saat ini cenderung mencari pengalaman baru yang autentik, sehingga desa wisata dapat menjadi pusat aktivitas dengan dukungan atraksi budaya, alam, serta fasilitas penunjang yang memadai.

 

Seperti Desa Kutuh tadi, kesuksesan mereka tidak terlepas dari solidnya koordinasi seluruh komponen masyarakat dalam mengelola potensi desa secara profesional. “Kuncinya adalah koordinasi yang baik di antara empat banjar yang ada di Desa Kutuh, dengan kebersamaan, potensi wisata bisa dikelola secara profesional sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa,” ujar mantan Bupati Badung itu.

Baca juga  Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.690, Diprediksi Fluktuatif Pekan Depan

 

Wagub Giri berharap pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu referensi bagi Sulawesi Utara dalam mengembangkan kawasan wisata, termasuk Likupang, melalui penguatan desa wisata berbasis potensi lokal dan partisipasi aktif masyarakat.

 

Selain itu, arah pengembangan pariwisata saat ini harus bergeser dari sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan menuju peningkatan kualitas destinasi dan pengalaman wisata. Menurutnya, penataan kawasan menjadi faktor penting dalam membangun destinasi yang berdaya saing, melalui pembagian zona inti, zona penyangga yang mendukung aktivitas wisata, serta pengelola kawasan yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab yang jelas.

 

Giri Prasta juga menyinggung perubahan regulasi nasional melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 yang memberikan ruang lebih luas bagi pengembangan sektor pariwisata, termasuk sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE), sebagai salah satu indikator penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata.

 

Selain memberikan saran, Pemprov Bali menyambut baik kolaborasi antar-provinsi sebagai langkah strategis memperkuat sektor pariwisata nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Bali dan Sulawesi Utara bisa menjalin kerja sama yang apik tujuannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, persoalan teknis maupun regulasi nantinya dapat dikoordinasikan lebih lanjut melalui dinas pariwisata dan badan pengelola,” kata dia.

 

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kerja sama strategis antara Pemprov Bali dan Sulawesi Utara dalam membangun pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, berbasis masyarakat, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah.

Baca juga  Bawaslu Sulut Ingatkan Konten Kehumasan Dilarang Sebarkan Hoax Dkk

 

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Johannes Victor Mailangkay sendiri menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempelajari pengalaman Bali dalam membangun tata kelola pariwisata yang berkelanjutan, mulai dari penataan destinasi, penguatan kelembagaan, hingga regulasi pendukung.

 

Menurutnya, keberhasilan Bali dalam mengembangkan sektor pariwisata menjadi referensi penting bagi Sulawesi Utara yang saat ini tengah mengakselerasi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang. “Kami datang untuk menimba pengalaman dari Bali, kami juga bersyukur dapat bertemu Bapak Giri Prasta yang selama memimpin Kabupaten Badung berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah secara signifikan,” ucapnya.

 

Wagub Victor menjelaskan pemerintah pusat telah mendukung pengembangan KEK Likupang melalui pembangunan Politeknik Pariwisata sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sektor pariwisata. Selain itu, Sulawesi Utara terus mencatat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Tiongkok dan Korea Selatan, yang didukung penerbangan langsung dari Manado ke sejumlah kota di Tiongkok.

 

Pemprov Sulawesi Utara berharap kerja sama dengan Bali dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan kawasan wisata, pelestarian tradisi sebagai daya tarik wisata, hingga penguatan regulasi kepariwisataan.

 

Pewarta : Ni Putu Putri Muliantari

Editor : Agus Salim

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *