Tujuh Kiat Aman dari AHM untuk Para Pengendara Motor yang Membonceng Anak

JAKARTA, 9 AGUSTUS 2022 – Keselamatan berkendara selalu jadi hal utama, untuk itu Astra Honda Motor (AHM), melalui kampanye #Cari_Aman, memberikan tujuh kiat yang bisa dicontoh para pengendara motor, saat membonceng anak anak.

 

Bacaan Lainnya

Menurut, Manajer Safety Riding Department AHM, Johannes Lucky berbagai alasan disampaikan para orang tua saat membonceng anak di depan. Padahal, terdapat potensi bahaya tersembunyi atas kondisi tersebut. ”Biasanya orang tua membonceng anak di depan, karena berbagai alasan sederhana. Misalnya anak bisa menikmati pemandangan dan merasa senang saat duduk di depan. Ada juga yang berpikir posisi anak di depan lebih aman dan mudah dikontrol saat tertidur. Padahal ini tidak benar,” ujar Lucky.

 

Dia kemudian mengungkap, potensi bahaya saat membonceng anak di depan mulai dari terbentur setang kemudi, terjepit, mendapatkan gangguan kesehatan, menutupi ruang lingkup pandangan pengemudi, mengganggu pengendalian, hingga salah komunikasi atau membaca informasi dari panel meter  motor.

Baca juga  Konvoi Merdeka dari IMHS untuk HUT ke-76 Kemerdekaan RI

 

Lalu, bagaimana Cari_aman berkendara dengan anak? Berikut hal yang perlu diperhatikan saat berboncengan dengan si buah hati:

 

Pertama adalah Perlengkapan berkendara, dimana anak wajib menggunakan perlengkapan berkendara, seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.

Kedua, posisi, posisi tubuh anak membonceng di belakang dengan posisi lurus dengan tubuh pengendara dan rapat, sehingga anak dapat memegang tubuh pengendara lebih baik dan meningkatkan keseimbangan saat berkendara. Ketiga, si anak siap dibonceng, pastikan tangan anak sudah bisa memegang kuat pengendara. Pegangan yang kuat dapat mencegah keseimbangan anak tergangu ketika membonceng. Bisa juga ditambahkan sabuk pembonceng sehingga keseimbangan dan posisi anak dapat lebih terjaga.

Baca juga  Ada yang Beda di Honda CB650R Terbaru

 

Keempat, kontrol Kecepatan. Perlunya mengontrol kecepatan berkendara adalah untuk mencegah anak terpental kebelakang/ berguncang, mencegah anak terlempar saat menikung, serta mencegah rasa tidak nyaman kepada anak kita, saat pengereman tiba tiba.

 

Kelima, mengatur waktu, rute, dan jarak, ini dibutuhkan agar anak nyaman saat berkendara. Keenam selalu melakukan pengecekan atau konfirmasi, agar selalu tahu bahwa anak dalam kondisi apakah dia haus, mengantuk, capek dan lainnya. Ketujuh selalu berikan edukasi cari aman tentang keselamatan berkendara, dan rambu lalu lintas yang berlaku, sehingga mereka dapat memahami potensi bahaya di jalan raya.

 

”Setiap orang tua tentunya ingin anak selamat saat berboncengan di jalan raya. Sehingga, perhatian ekstra dan edukasi sejak dini diperlukan agar anak mendapat pengalaman berkendara yang aman dan menyenangkan bersama orangtuanya,” tutup Lucky. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *