BI KPw Sulut Hadirkan Rp5 Miliar Layak Edar untuk Pulau Terluar di ERB 2024

Kegiatan BI, Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB), bekerja sama dengan TNI AL, Dinas Pendidikan Sulut dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP). “Hari ini adalah pelepasan kdua dari ERB, dan ini bagian dari rangkaian kegiatan BI Goes to School Championship: Mapalus Pendidikan Tahun 2024, di Bitung pagi tadi.

MANADO, 4 JUNI 2024 – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sulawesi utara (Sulut), menyediakan sebanyak Rp5 miliar untuk beberapa pecahan uang rupiah yang siap edar dan layak, menggantikan uang yang sudah tidak layak edar di lima pulau terluar yang ada di Bumi nyiur melambai.

 

Bacaan Lainnya

Dijelaskan oleh Kepala BI KPw Sulut, Andry Prasmuko kelima pulau terluar ini adalah Pulau Miangas, Pulau Karakelang, Pulau Kawaluso, Pulau Sangihe, dan Pulau Tagulandang, yang masuk dalam kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB), bekerja sama dengan TNI AL, Dinas Pendidikan Sulut dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP). “Hari ini adalah pelepasan kdua dari ERB, dan ini bagian dari rangkaian kegiatan BI Goes to School Championship: Mapalus Pendidikan Tahun 2024, yang sudah digelar sejak sepekan lalu,” jelas Prasmuko pada media di Pangkalan Satroltas TNI AL Lantamal VIII, Samue Langunyu, Kota Bitung, pagi tadi.

Baca juga  Rupiah Selasa Pagi Turun 7 Poin menjadi Rp16.244 per Dolar AS

 

Pelepasan ERB 2024, ini meliputi penukaran Uang Layak Edar (ULE), disebut Prasmuko adalah menyerap uang tidak layak edar dari masyarakat dan perbankan,  untuk digantikan dengan uang layak edar. “Dan tentu saja kami juga akan melakukan Sosialisasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah dan Literasi Pendidikan, yaitu edukasi fungsi dan peran uang Rupiah dalam arti dan makna yang lebih luas, untuk menjadikannya satu satunya alat pembayaran yang sah di NKRI, baik dalam bentuk tunai, nontunai maupun transaksi digital, serta konsultasi klinik pendidikan, pemulihan Pembelajaran. Serta kegiatan literasi pendidikan oleh BPMP dan Dinas Pendidikan,” terangnya.

 

Danlantamal VIII, Laksamana Pertama TNI Nouldy Tangka menjelaskan bahwa TNI AL merupakan bagian dari kegiatan edukasi dan sosialisasi untuk CBP Rupiah. “Ini sudah kami kerjakan bersama BI selama beberapa tahun ini. Dan akan terus berlanjut,” tambahnya. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *