MANADO, 9 JUNI 2026 – Bank Indonesia (BI) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (DJBC Sulbagtara), dan KPPBC TMP C Bitung menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk mematangkan persiapan peluncuran program Direct Call (pelayaran langsung) rute Bitung-China yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026 mendatang.
Langkah strategis ini didukung penuh oleh PT Pelindo TPK Bitung yang menyatakan kesiapan layanan terminal berbasis sistem aplikasi terintegrasi dan otomatis. Guna memicu percepatan aktivitas ekspor-impor, Pelindo mengumumkan pemberian insentif khusus bagi para pelaku usaha.
“Pelindo memberikan dukungan berupa diskon biaya storage hingga 100%. Selain itu, bekerja sama dengan SITC, kami menyediakan fasilitas penumpukan petikemas kosong selama 30 hari serta diskon tarif CHC hingga 5% secara bertahap sesuai volume produksi,” ujar Terminal Head PT Pelindo TPK, Jusri, dalam FGD yang digelar belum lama ini (5/6) di ruang Tomohon Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulut.
Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, menegaskan bahwa program Direct Call ini akan menjadi katalis penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang pada triwulan I 2026 tumbuh stabil di angka 5,54% (yoy). ‘Rute langsung ini akan memangkas biaya transportasi, mempercepat waktu logistik, dan memperluas akses pasar komoditas unggulan,” kata Joko dalam siaran pers yang diterima MANADONES.
Dari sisi regulasi kepabeanan, Kepala KPPBC TMP C Bitung, Didit Prayudi Sidharta, memastikan bahwa produk kelapa yang menjadi komoditas andalan Sulut tidak termasuk dalam kategori komoditas SDA strategis tertentu. Dengan demikian, tidak ada perubahan kebijakan ekspor yang akan memberatkan eksportir kelapa pada jalur baru ini.
Pada FGD ini sebanyak 150 pengusaha komoditas unggulan di Sulut juga hadir beserta para pimpina Bank seperti Mandiri dan BNI. (gracey)





