MANADO, 23 Juli 2026 – Memenuhi kebutuhan pangan dan menekan inflasi yang terjadi di Nyiur melambai, maka Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sulawesi Utara (Sulut) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Perum Bulog Sulawesi utara dan Gorontalo, dan Satgas Pangan menggelar Sinergi Pasar Murah di Kota Manado.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengungkapkan inflasi Sulut pada Juni 2026 tercatat mencapai 2,12% (month-to-month/mtm) dan 4,48% (year-to-date/ytd). Angka tersebut melampaui rentang sasaran inflasi nasional di level 2,5% ± 1%.
“Kenaikan harga pada Juni lalu didorong oleh komoditas cabai rawit, bawang merah, dan beras akibat terganggunya pasokan serta distribusi. Sinergi Pasar Murah ini menjadi instrumen jangka pendek untuk memperkuat keterjangkauan harga pangan strategis bagi masyarakat,” ujar Joko dalam sambutannya dalam kegiatan yang digelar di Kantor BI Lama di kawasan Pinaesaan Maando pada (21/7) lalu.
Mewakili Gubernur Sulut, Asisten II Sekda Provinsi Sulut Jemy Ringkuangan menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta sinergi lintas instansi yang berkelanjutan. Dalam kegiatan ini, Bulog dan para mitra menyalurkan pasokan pangan strategis, meliputi 1,5 ton beras, 100 kg cabai rawit, 100 kg bawang merah, 150 baki telur ayam, serta beragam komoditas hortikultura dan bahan pokok lainnya. (gracey wakary)




