TANGERANG SELATAN — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor, mengajak gerakan mahasiswa untuk berkolaborasi dalam menyikapi persoalan ketenagakerjaan nasional serta menjaga kedaulatan ekonomi rakyat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam seminar Himpunan Mahasiswa Politik (HIMAPOL) Indonesia di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan, Banten, Jumat (4/9/2026).
Afriansyah menekankan bahwa mahasiswa merupakan kekuatan moral independen yang memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya kebijakan pemerintah, terlebih di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global dan ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). “Kalau gerakan mahasiswa ini murni, tidak ada unsur yang lain, silakan,” tegas Afriansyah.
Menghadapi tantangan ketenagakerjaan dan optimalisasi bonus demografi, Kemnaker terus mendorong kesiapan generasi muda lewat berbagai program strategis, salah satunya program MagangHub bagi lulusan baru serta pelatihan keterampilan gratis bersertifikasi di Balai Latihan Kerja (BLK). Langkah ini juga difokuskan untuk menekan angka Not in Education, Employment, or Training (NEET) yang saat ini masih mencakup 19,44 persen pemuda usia 15–24 tahun di Indonesia.
Afriansyah pun berharap mahasiswa dapat aktif menyalurkan aspirasi berbasis kajian ilmiah dan terlibat mencari solusi bersama pemerintah. “Saya ingin mahasiswa menjadi pemimpin yang tidak hanya pandai berdebat, tetapi mampu mendengar dan membangun jembatan kolaborasi demi menjaga persatuan NKRI,” pungkasnya. (vero)






