JAKARTA, 4 SEPTEMBER 2026 (ANTARA) – Aktivitas kebugaran berintensitas tinggi semakin menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda, sekaligus menjadi ruang bagi perempuan untuk menguji kekuatan, daya tahan, dan ketahanan diri melalui tantangan fisik dan mental.
“Kami ingin menunjukkan bahwa daya tahan dan ketahanan (resilience) adalah bentuk tertinggi dari kecantikan perempuan modern,” kata Segment Business Unit Masstige and Advanced Beauty Director Memoria Dwi Prasita dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Hal tersebut tercermin dari partisipasi empat perempuan Indonesia, yakni Sabrina Hartanti (27), Cindy Gulla (29), Risya Brabo (26), dan Gaby Bunga Saputra (28), dalam ajang kebugaran ekstrem Hyrox Bangkok.
Hyrox memadukan lari jarak jauh dengan serangkaian latihan beban dan ketahanan yang dilakukan secara berulang. Format tersebut menuntut stamina, kekuatan fisik, serta strategi ketahanan mental agar peserta dapat bertahan hingga garis finis.
Selain menjadi aktivitas olahraga, kegiatan kebugaran berintensitas tinggi juga berkembang menjadi bagian dari ruang sosial generasi muda. Aktivitas seperti studio fitness, komunitas lari, hingga ajang kebugaran ekstrem semakin diminati.
Mengutip data dari ClassPass, dia menyampaikan bahwa reservasi fitness global meningkat 36 persen pada 2025. Sementara itu, pencarian kelas Hyrox telah meningkat 506 persen dan reservasinya tumbuh 432 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengalaman Sabrina, Cindy, Risya, dan Gaby di Hyrox Bangkok menunjukkan bagaimana tantangan kebugaran ekstrem dapat menjadi sarana untuk menguji ketahanan diri ketika menghadapi tekanan fisik dan mental. Bagi keempat peserta, melintasi garis finis bukan sekadar menyelesaikan perlombaan, tetapi juga menjadi bukti keteguhan saat menghadapi tekanan fisik yang ekstrem.
Hyrox merupakan salah satu panggung functional fitness paling berat saat ini, memadukan lari jarak jauh dengan serangkaian latihan beban dan ketahanan berulang. Format ini menuntut stamina tanpa batas, kekuatan fisik mendalam, serta ketahanan mental hingga garis finis.
Oleh Hreeloita Dharma Shanti
Editor : Siti Zulaikha






