MANADO, 20 JULI 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), mengingatkan para lulusan Politeknik Negeri Manado (Polimdo) untuk terus memperkuat kompetensi, etika, dan integritas di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital serta kecerdasan buatan atau yang dikenal sebagao artificial intelligence (AI).
Pesan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Daerah Sulut, Ir. Reinhard Wariki, saat mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam Sidang Terbuka Senat Polimdo di Manado, siang tadi. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Reinhard, Pemprov Sulut menegaskan bahwa gelar akademik yang diraih para wisudawan merupakan amanah moral untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
“Keberhasilan yang saudara raih saat ini adalah bukti nyata dari komitmen, ketekunan, pengorbanan, dan kerja keras dalam menuntut ilmu,” kata Reinhard mengutip pesan Gubernur. Dan menyoroti dinamika dunia kerja yang kian kompetitif akibat otomatisasi dan disrupsi teknologi, para lulusan diminta menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat (lifelong learning).
Penguasaan keahlian teknis (hard skill) dinilai harus selalu beriringan dengan kemampuan nonteknis (soft skill) serta fondasi karakter yang kokoh. “Sehebat apa pun teknologi, ia hanyalah alat penunjang. Penentu arah masa depan tetap manusia. Keahlian tanpa etika dapat menjadi sesuatu yang destruktif, sementara keahlian yang dibingkai karakter kuat akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Momentum kelulusan ini turut direfleksikan dengan semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Pemprov Sulut menggarisbawahi bahwa kemandirian bangsa di era modern bertumpu pada penguasaan teknologi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Selain memberi selamat kepada para wisudawan dan orang tua, Pemprov Sulut mengapresiasi jajaran pimpinan serta seluruh sivitas akademika Polimdo atas komitmennya mencetak lulusan vokasi yang terampil, berkarakter, dan berdaya saing global. (gracey wakary)






