MANADO, 28 AGUSTUS 2026 — Dukungan untuk memajukan sektor perikanan air tawar di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), terus dilakukan oleh Perguruan Tinggi (PT) Vokasi unggulan Indonesia yang ada di Sulawesi utara (Sulut), Politeknik Negeri Manado (Polimdo).
Usai melakukan kerja sama dengan Balai Perikanan Budi Daya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, bulan lalu. Kini Polimdo melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakatnya, menghadikan sistem digitalisasi melalui pemantauan kualitas air kolam ikan air tawar berbasis Internet of Things (IoT) dan web di Desa Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara, pada 18–25 Agustus 2026.
Pada MANADONES, Wakil Direktur Polimdo Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST., MT menjelaskan program ini dirancang untuk mengatasi kendala pemantauan manual sekaligus mendorong integrasi ke ekosistem e-commerce. “Sebelum dikenalkan pada warga pembudidaya perikanan ar tawar, sistem ini sudah digunakan dalam internal kampus dan berhasil,” kata Maith kemarin di GKT Polimdo.
Dia kemudian mengungkap perangkat IoT ini, berbagai parameter vital air kolam dapat terpantau dan tersaji otomatis pada dasbor web, memungkinkan petani merespons perubahan kondisi air lebih cepat. “Pemanfaatan teknologi digital diharapkan memberikan nilai tambah bagi produk perikanan lokal. Tidak hanya efisiensi pengelolaan, tetapi juga membuka peluang pasar lebih luas melalui e-commerce,” tambahnya.
Dan Polimdo juga terus melakukan pendampingan lapangan selama beberapa pekan kedepan, mencakup pengenalan alat, instalasi sistem, hingga pelatihan operasional bagi petani tambak. Adapun tim dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Polimdo yang terlibat dalam pengabdian ini adalah Marike Kondoj, Anthoinete Waroh, Yoice Putung, Ali Ramschie, Herry Langi, Ronny Katuuk, Johan Makal, dan Eliezer Rongre. (gracey wakary)






