MANADO, 24 JULI 2026 – Bagi para pemiliki motor terutama motor Honda, maka waspadai hal hal ini.
Technical Service Department Head PT Daya Adicipta Wisesa, Ridwan Marpela, mengingatkan bahwa shockbreaker yang mulai rusak tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kestabilan dan meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara.
” Shockbreaker merupakan salah satu komponen penting yang mendukung keamanan dan kenyamanan berkendara. Oleh karena itu, apabila mulai muncul gejala kerusakan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan,” ujar Ridwan dalam siaran pers yang diterima MANADONES.
Dia kemudian menyebut adanya tiga tanda utama shockbreaker yang mulai bermasalah. Pertama adalah rembesan oli yang terjadi akibat seal shock yang aus atau sobek, sehingga mengurangi daya redam guncangan secara signifikan. Kedua adalah ban belakang bergoyang, dimana kestabilan motor berkurang dan kendaraan terasa oleng, terutama saat melintasi jalan bergelombang maupun ketika bermanuver di tikungan.
Ketiga, suspensi mudah mentok, yaitu peredam kejut sering membentur batas maksimal padahal kendaraan melaju di jalan rata atau membawa beban normal. “Guna menjaga performa kendaraan tetap prima, pengguna sepeda motor Honda diimbau untuk rutin melakukan servis dan perawatan berkala pada sistem suspensi di bengkel resmi AHASS terdekat,” tambahnya. (gracey)





