MANADO, 22 JULI 2026 – Wali Kota Manado Andrei Angouw terlihat antusias, saat mendengarkan penjelasan Direktur Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sulawesi utara (Sulut) Joko Supratikto, tentang sejarah dari kantor De Javasche Bank (DJB) Agentschap Manado, yang juga dikenal dengan sebutan Kantor BI lama di Kota Manado.
Supratikto mengungkap, bahwa gedung yang letaknya di dekat kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) dan Pelabuhan Manado Manado ini memiliki sejarah panjang dan sangat penting bagi ekonomi era Kolonial Belanda hingga nasional. Dimana,gedung dengan arsitektur kolonial ini, dibangun pada masa Hindia Belanda, sebagai kantor De Javasche Bank (DJB) Agentschap Manado yang resmi beroperasi pada 30 November 1910 lalu.

“Gedung ini sempat menjadi kantor BI Sulut sebelum pindah ke jalan 17 Agustus Manado. Dan kini telah menjadi, salah satu ikon cagar budaya bagi BI dan Sulut serta nasional,” ujarnya didamping deputi BI KPw Sulut Purwanto, Dharmawan dan Setiawan.
Angouw beberapa kali terlihat mengamati fasilitas dan beberapa peninggalan antik dari gedung yang sempat menjadi saksi bisu sejarah perbankan di Sulut dan sekitarnya pada masa pra-kemerdekaan hingga era Bank Indonesia. Seperti pintu ruang brankas raksasa khas perbankan kolonial dengan pintu besi sangat tebal buatan Eropa yang dulu digunakan untuk menyimpan muatan uang tunai dan emas.
Kemudian melihat alat pemusnahan, atau penghancuran uang lusuh atau uang tidak layak edar. Dimana uang kertas yang ditarik dari peredaran akan dibolongi (punched) atau dipotong-potong secara mekanis agar tidak bisa digunakan kembali sebelum akhirnya dibakardihancurkan secara total. Serta alat pembatalan legalitas uang yang disebut mesin punch press seperti ini juga dipakai untuk memberi lubang khusus pada spesimen uang atau berkas warkat/cek/bilyet berharga yang sudah tidak berlaku agar tidak disalahgunakan.
Kehadiran Andrei sendiri adalah sebagai bagian kegiatan Sinergi Pasar Murah dalam rangka mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan harga pangan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Bank Indonesia. (gracey wakary)





