MANADO, 12 FEBRUARI 2025 – Cap Go Meh di Kota Manado,yang dipusatkan di Kampung Cina atau Calaca sejak pukul 10.00 Wita mulai dipadati wisatawan lokal dan mancanegara.
Pasalnya, pada perayaan syukur yang dilaksanakan pada hari ke- 15 usai Tahun Baru Cina atau Imlek 2576 Kongzili ini menjadi perayaan yang diberkati, karena dihadiri oleh 12 Roh Suci dalam Tang Sin dari 9 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) di Manado ini, 7 pikulan dan 14 kio. “Selain itu ada juga perwakilan dari tim kebudayaan Minahasa mulai dari kabasaran hingga musik bambu ikut pada prosesi ini,” kata Ketua TITD Manado, Ridwan Sanyoto pada MANADONES sesaat sebelum dimulainya arakan Cap Go Meh. Beberapa warga yang ditemui mengaku sangat ingin melihat dari dekat Tang Sin yang hadir pada perayaan ini. “Katanya akan dapat berkat jika bisa didatangi oleh Tang Sin, jadi saya penasaran. Tetapi senang juga melihat langsung Cap Go Meh di Manado,” tutur Patricia Law dari Jakarta yang juga pecinta dunia fotografi.

Pantauan MANADONES, antusia para warga Kota Manado dan wisatawan sangat luar biasa, walau begitu aparat keamanan dan pertahanan, TNI – Polri telihat memantau dan berjaga jaga setiap 10 meter, terlihat barikade mini. Kepala Dinas Kebudayaan Sulawesi Utara (Sulut) yang hadir mewakili serta membacakan sambutan Gubernur Olly Dondokambey menyebut, Cap Go Meh selain menjadi berkat bagi pemeluknya, juga menjadi berkat bagi Sulut, untuk itu jadikan momen ini sebagai momen baku baku bae, dan saling menghargai.
Hingga malam tadi sekira pukul 22.00 Wita, Kampung Cina masih penuh orang yang tertarik mengikuti akhir kegiatan ini, dengan pelepasan para Tang Sin atau Roh Suci dari tubuh manusia yang fana melalui doa. Para Tan Sin sejak pukul 15.00 Wita sendiri terlihat berkali kali naik turun dar Kio untuk memberikan berkat pada beberapa toko dan rumah usaha yang mereka lalui. (agung koyongian)





