MANADO, 21 JULI 2025 – Abdul Rahman Agu, pria asal Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado tidak pernah menyangka akan mengalami pengalaman menakutkan di tengah lautan.
Pekerja lepas harian yang dikontrak oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulawesi utara (Sulut), mengaku masih terbayang besarnya kobaran api menjilati setiap barang yang mudah terbakar di dek Kapal Motor (KM) Barcelona VA, dan asap hitam yang membumbung ke atas langit.
“Kobaran api nya langsung membesar, saya saat itu memang tidak tidur mengingat beberapa jam lagi sampai di Pelabuhan Manado. Sayapun, langsung melakukan siaran langsung di facebook milik saya,” ujarnya pada MANADONES siang tadi, sembari mengaku sempat khawatir dengan signal milik operator selular yang digunakannya, karena lokasi saat kapal terbakar berada di tengah lautan, atau tepatnya di perairan Talise, Kabupaten Minahasa utara (Minut).
Agu menyebut, selularnya menggunakan kartu Simpati dari operator selular Telkomsel dengan nomor awalan 0852-4xxx-xxxx. Walau situasi kapal sempat kacau karena ketakutan dari semua penumpang kapal, namun pria yang hanya melakukan survey kawasan selama empat hari di Desa Lalue Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud ini, melihat rasa solidaritas dan kemanusiaan di kedepankan oleh para penumpang.
Menurut Agu, para penumpang terutama pria yang sehat memprioritaskan keselamatan para rentan yaitu para orang tua lanjut usia, warga yang sakit, ibu hamil, perempuan dan anak anak. “Kami para pria mengarahkan para penumpang untuk ke arah haluan kapal, meminta mereka untuk tidak panik, dan memprioritaskan pelampung dan life jacket pada mereka, rasanya sangat kekeluargaan walau kami tidak saling mengenal,” tambahnya. Agu sendiri menjadi viral kedua kalinya, saat memberikan pertolongan pada balita Lyora di tengah lautan, kala itu ibu balita mengaku kelelahan dan ketakutan membawa Lyora ditangannya sambil berusaha tetap mengpung bersama dengan jaket pelampung yang dikenakan sang ibu.
“Saya menawarkan diri, karena melihat ibu dan adik kecil itu kelelahan. Saya gendong adik perempuan itu dan mencoba menenangkannya. Jujur saya juga kelelahan, karena disaat bersamaan melakukan live melalui media sosial,” urai pecinta kopi hitam, sembari menuturkan siaran langsung dilakukannya untuk mendapatkan bantuan segera mungkin, karena ombak laut mulai menyeret para penumpang dari kapal yang awalnya melakukan perjalanan di Pelabuhan Melonguane pada Minggu Subuh.
Hingga kini, pengagum pesepak bola asal Argentina, Lionel Messi ini belum bisa beristirahat tenang, karena peristiwa yang dialaminya. “Tadi malam saja, saya beberapa kali terbangun, siang tadi pun belum bisa pulas untuk tidur. Tapi saya bersyukur live saya bisa mendorong rasa kemanusiaan untuk bersama sama menolong penumpang kapal,” tutupnya.
Seperti diberitakan kemarin, Minggu (20/7), kapal milik operator kapal penumpang terbesar di Manado, PT Surya Pacifik Indonesia (SPI) mengalami kebakaran saat berada di kawasan perairan Talise Minahasa utara. Kapal ini disebut oleh Polda Sulut, sebagai kapal penumpang dari Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud ke Pelabuhan Manado, dengan maksimal penumpang sebanya 280 orang, namun data terakhir yang ditemui kapal ini mengangkut 580 penumpang, dan ada lima penumpang yang meninggal dunia saat melakukan penyelamatan dengan melompat di laut. (gracey wakary)





