MANADO, 6 AGUSTUS 2025 – Petumbuhan ekonomi (PE) Sulut pada Triwulan II di 2025 ini mampu tumbuh sekira 5,64 persen.
Dijelaskan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi utara (Sulut), Aidil Adha SE MH dalam Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) siang kemarin pertumbuhan impresif pada lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, perbaikan kualitas dan jumlah fasilitas layanan, serta perluasan program pemeriksaan kesehatan, menjadi satu dari tiga leading sectors PE di Sulut.
Dia kemudian menjelaskan penguatan sektor ini ditopang oleh peningkatan jumlah pasien baik rawat jalan dan rawat inap, serta peningkatan belanja honorarium/lembur/tunjangan khusus dan belanja pegawai transito di institusi kesehatan. “Dari sisi produksi, lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,97 persen,” katanya di Kantor BPS Sulut.
Selai itu ada juga lapangan usaha pndustri pengolahan tumbuh menguat hingga 12,76 persen yaitu pertumbuhan lapangan usaha industri pengolahan terutama didukung oleh meningkatnya produksi pada subsektor industri kertas dan percetakan,barang galian bukan logam, serta makanan dan minuman. Kinerja subsektor ini menguat seiring naiknya permintaan produkolahan kertas untuk kemasan, produk turunan kelapa dan hasil perikanan, serta peningkatan produksi semen untuk proyek infrastruktur.
Lapangan usaha Real Estate juga mengalami percepatan pertumbuhan hingga 9,93 persen. BPS Sulut mencatat lapangan usaha Real Estat turut mencatat akselerasi pertumbuhan, yang ditopang oleh meningkatnya penyaluran kredit properti, yang memperluas akses masyarakat terhadap rumah baru. Naiknya jumlah unit rumah yang terjual/tersewa dan pendapatan perusahaan realestat, terutama diwilayah perkotaan, turut mendorong pertumbuhan sektor ini dibandingkan tahun lalu.
“Kinerja subsektor ini menguat seiring naiknya permintaan produkolahan kertas untuk kemasan, produk turunan kelapa dan hasil perikanan,serta peningkatan produksi semen untuk proyek infrastruktur,” jelas Aidil. Selain itu, diurai juga perekonomian Sulut berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2025 mencapai Rp50,41 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp28,08 triliun. (graceywakary)





