Dokter Imbau Ibu Hamil Konsumsi Vitamin Cegah Bayi Bibir Sumbing

Pemerintah Provinsi DKI menggelar operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit di RSUD Tebet, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

 

JAKARTA, 3 JUNI 2026 (ANTARA) –Direktur RSUD Tebet Jakarta Selatan Juliette Pieter mengimbau ibu hamil untuk rutin mengonsumsi vitamin dan menjaga kondisi tubuh agar tidak mengalami kelelahan berlebih guna membantu mencegah risiko bayi terlahir dengan bibir sumbing.

 

“Bibir sumbing bukan karena faktor keturunan semata, tetapi terjadi karena proses pembentukan embrio yang tidak menyatu dengan sempurna. Bisa juga karena ibu mengalami kekurangan zat tertentu selama kehamilan,” kata Juliette kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

 

Juliette mengimbau ibu hamil untuk rajin memeriksakan kandungan di Posyandu maupun Puskesmas agar memperoleh pemantauan kesehatan serta suplemen yang dibutuhkan selama masa kehamilan.

Baca juga  Tri Suarakan #MudahnyaKebaikan di Bulan Ramadan Lewat Sedekah Kuota

 

“Periksa ke posyandu atau puskesmas lebih rajin karena ibu hamil akan mendapatkan vitamin seperti asam folat dan tablet penambah darah,” ujarnya. Selain mencukupi kebutuhan nutrisi, ibu hamil juga diimbau menjaga kondisi fisik agar tidak terlalu lelah selama masa kehamilan.

 

Menurut Juliette, upaya pencegahan sejak masa kehamilan penting dilakukan karena bibir sumbing dapat memengaruhi kemampuan makan, berbicara, hingga kondisi psikososial anak saat tumbuh besar. Sementara itu, orang tua pasien operasi bibir sumbing, Mimi, mengaku bersyukur anaknya mendapatkan kesempatan menjalani operasi.

 

Mimi mengatakan anaknya, Faris, yang kini berusia satu tahun satu bulan sedang menjalani operasi tahap kedua setelah sebelumnya menjalani operasi bibir. Ia mengetahui kondisi anaknya mengalami bibir sumbing sejak pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada usia kehamilan 24 minggu. “Sempat sedih dan terpukul, tetapi keluarga terus memberikan dukungan,” katanya.

Baca juga  Calon Peserta Anggota Kompolnas Sampaikan Gagasan dalam Tes Tertulis

 

Menurut Mimi, program operasi gratis tersebut sangat membantu keluarga karena proses penanganannya dinilai lebih cepat dibandingkan jalur reguler. “Kalau melalui program ini, setelah screening dan dinyatakan lolos bisa langsung operasi. Jadi lebih cepat,” ucapnya.

 

Ia berharap semakin banyak program bantuan serupa sehingga lebih banyak anak dengan bibir sumbing memperoleh kesempatan menjalani operasi dan mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penderita kasus bibir sumbing dan celah langit-langit di Indonesia mencapai 7.500 kasus per tahun.

 

 

Pewarta : Luthfia Miranda Putri

Editor : Mentari Dwi Gayati

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *