MANADO, 28 AGUSTUS 2025 – Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Politeknik Negeri Manado (Polimdo), dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe baru saja digelar pada dua hari lalu (26/8), di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Polimdo, namun aksi nyata langsung dilakukan.
Tidak tanggung tanggung, Pemkab Kepulauan Sangihe bersama Polimdo pada hari ini menggelar Pelatihan Selam Bersertifikasi Divemaster (DM) dari Professional Association of Diving Instructors (PADI). Dua dosen terbaik Polimdo dari Jurusan Pariwisata, sekaligus Instruktur Selam PADI kenamaan Sulawesi utara (Sulut) Alma Karangan Pongtuluran SE MPd, dan Frans Victor Rattu SE MM akan menjadi Instruktur pelatihan yang akan dilakukan selama 10 hari kedepan di Tahuna.
“Ini adalah bagian dari kerja sama yang sudah ditandatangani belum lama ini. Dan pelatihan ini, akan dilakukan di spot spot utama yang ada di perairan Sangihe yang merupakan salah satu kawasan wisata bawah air mereka,” jelas Rattu. Sertifikasi DM juga dijelaskan oleh Alma amat diperlukan bagi para guide selam, dan Sangihe memiliki beberapa penyelam yang diakui dan tersertifikasi sebagai penyelam. “Jadi bukan warga yang baru tahu menyelam. Ini adalah level tinggi dari salah satu sertfikasi di PADI, artinya mereka yang akan mengikuti pelatihan ini sudah merupakan guide selam yang setidaknya memiliki sertifikat penyelam penyelamat atau Dive Rescue dari PADI atau setingkatnya,” jelas Alma pada MANADONES.
Pada pembukaan pelatihan ini, Bupati Michael Thungari SE MM, didampingi oleh Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari dan Kadis Pariwisata Sangihe Sonny Kapal hadir langsung. “Kami melakukan kegiatan ini juga untuk menjaga keberlanjutan dan meningkatkan kualitas sektor pariwisata, dan SDM nya,” kata Thungari dalam sambutannya.
Dia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengembangkan sektor pariwisata, khususnya wisata bahari di bidang penyelaman, dimana Sangihe disebutnya memiliki potensi unggulan spot selam. Bupatiberharap kegiatan ini akan memberi peningkatan kapasitas SDM. Dimana, para peserta tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memahami karakteristik lokasi penyelaman serta mampu memberikan pelayanan profesional kepada wisatawan, juga menekankan pada aspek konservasi. (gracey wakary)





