MANADO, 1 SEPTEMBER 2025 – Penghayat kepercayaan Lalang Rondor Malesung (LAROMA), mengajak semua masyarakat Indonesia untuk bisa menahan diri dan bijak menyikapi situasi pascademo di Jakarta pada Kamis lalu (28/8).
Dalam surat Ajakan Damai untuk Masyarakat Sulawesi Utara dan ditandatangani oleh Pimpinan LAROMA Iswan Sual, memuat beberapa poin. Berikut isi dari Ajakan Damai untuk Masyarakat Sulawesi Utara yang diterima MANADONES.
Menanggapi situasi bangsa yang kian memanas dan berpotensi menimbulkan kekacauan, kami mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk menjaga kedamaian, persaudaraan, dan persatuan.
Sulawesi Utara memiliki memiliki slogan: “Torang samua basudara”. Dalam kondisi apa pun, nilai ini harus kita pegang teguh. Leluhur Minahasa telah mewariskan falsafah luhur “Si Tou Timou Tumou Tou”, yang artinya manusia hidup untuk memanusiakan manusia. Falsafah ini menuntun kita untuk hidup membawa kebaikan dan kemanusiaan bagi sesama.
Kami menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara. Namun aspirasi itu harus dilakukan dengan tertib, damai, dan bermartabat. Hindarilah tindakan provokatif dan anarkis, karena kekerasan hanya melahirkan luka, sedangkan damai melahirkan persaudaraan. Nilai moral dan warisan leluhur kita jelas: menghargai, melindungi, dan merawat sesama.
Karena itu, kami LAROMA mengajak:
- Tokoh agama, kepercayaan, adat, masyarakat, dan pemuda agar menjadi perekat persaudaraan.
- Media massa dan media sosial agar menyebarkan informasi dengan bijak, tidak memicu provokasi.
- Seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan memilih jalan damai.
- Menegakkan Sulawesi Utara sebagai tanah kerukunan dan teladan perdamaian bagi Indonesia.
Mari kita berdoa kepada Apo’ Kasuruang Wangko’, Tuhan Yang Maha Esa, agar memberkati bangsa ini dengan kedamaian. Torang samua basudara. Torang jaga Sulut, torang jaga Indonesia. Pakatuan wo pakalowiden. (aubery)





