MANADO, 17 SEPTEMBER 2025 – Kinerja industri jasa keuangan (IJK) Sulawesi utara sepanjang Triwulan II (April, Mei dan Juni) ini, mempertunjukkan pertumbuhan yang stabil dan baik.
Dari data yang diungkap oleh Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi utara, Gorontalo dan Maluku utara (Sulutgomalut), dalam Media Update Triwulan III kemarin, pertumbuhan IJK mengalami peningkatan dibanding triwulan yang sama pada 2024 lalu, dan ini mencakup tiga sektor utama yaitu perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank (IKNB). “Di triwulan II ini kinerja IJK Sulut stabil dan positif bertumbuh,” tutur Kepala OJK Sulutgomalut Robert Sianipar di kegiatan yang digelar di Hotel Luwansa Manado kemarin.

Aset perbankan Sulut saat ini melebihi Gorontalo dan Maluku utara (Malut), yaitu sebesar Rp102,93 triliun atau meningkat sebesar 4,93%, Gorontalo juga mencatatkan peningkatan sekira 2,81% dengan total aset mencapai Rp19,31 triliun (yoy 2,81%). Sementara Provinsi Maluku Utara (Malut) juga memiliki total aset yang meningkat sebesar 7,63%, sebesar Rp23,99 triliun.
“Di Sulut, pertumbuhan kredit didominasi oleh sektor konsumtif, dengan BRI, Bank Sulutgo dan Bank Mandiri adalah penyalur kredit terbesar,” kata Asisten Direktur Senior Pengawasan LJK Kantor OJK Sulutgomalut Graha Anggar Perbawa – saat mendampingi Kepala OJK Sulutgomalut Rebert Sianipar kemarin. Untuk pasar modal, OJK Sulutgomalut, juga mencatat peningkatan yang luar biasa di triwulan II 2025 dibanding tahun sebelumnya, karena jumlah Investor (SID Total) di Sulutgomalut mampu naik sekira 22,97% dibanding tahun sebelumnya dengan total investor mencapai 208.326 investor per Juni 2025, serta nilai transaksi saham untuk tiga provinsi ini mencapai Rp796,46 miliar. (graacey wakary)





