KKP Identifikasi 700 Titik Potensi Harta Karun di Laut Indonesia

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Koswara (kedua kiri) menyampaikan keterangan pers didampingi Direktur Sumber Daya Kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Frista Yorhanita (kiri), Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Ahmad Aris (kedua kanan), dan Direktur Jasa Bahari Enggar Sadtopo (kanan) di Jakarta, Kamis (4/12/2025). (ANTARA/Shofi Ayudiana)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

 

JAKARTA, 4 DESEMBER 2025 (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi ada sekitar 700 titik di perairan Indonesia yang menyimpan potensi harta karun atau benda muatan kapal tenggelam (BMKT).

 

Direktur Sumber Daya Kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Frista Yorhanita mengatakan dari 700 titik tersebut, sekitar 90 persen berasal dari China. “Mayoritas titik berada di jalur sutera yakni jalur perdagangan kuno yang biasa dilewati kapal-kapal China, seperti Sumatera dan Jawa,” kata Frista di Jakarta, Kamis.

Baca juga  AP I Siapkan 36 Parkir Pesawat di Empat Bandara untuk Dukung KTT ASEAN 2023

 

Namun, ia menyampaikan bahwa potensi nilai BMKT di 700 titik tersebut belum dapat ditentukan, sebab penilaian baru dilakukan setelah pengangkatan dan taksasi resmi oleh Kementerian Keuangan. Penilaian tersebut mencakup identifikasi, pembagian, dan penentuan nilai ekonomi dari benda muatan kapal tenggelam yang berhasil diangkat.

 

“Kalau nilainya, itu belum bisa ditaksir berapa. Potensi kasar tidak bisa dijadikan acuan karena barang-barang ini kan barang antik, harus dilihat dulu, pecah atau tidak itu nilainya sudah beda jauh,” katanya. Ia menambahkan dari sekitar 700 titik potensi BMKT, KKP telah mengeluarkan 13 izin pengangkatan, dan beberapa sudah diangkat. Namun, Frista belum bisa menyampaikan total nilai temuan harta karun tersebut.

Baca juga  IKLIM Bantu Pemerintah Turunkan Emisi Lewat Musik

 

Pengelolaan BMKT menjadi salah satu isu strategis KKP dalam pengelolaan sumber daya kelautan. Isu-isu lainnya juga mencakup pengelolaan sedimentasi laut, pengelolaan marine biofarmakologi, dan swasembada garam.

Pewarta : Shofi Ayudiana

Editor : Biqwanto Situmorang

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *