Kemenpar Promosikan Wisata Indonesia ke Wisatawan Malaysia

Wisatawan mancanegara berswafoto dengan latar belakang persawahan padi beras merah di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan, Bali, Kamis (28/5/2026). Objek wisata berbasis subak atau sistem irigasi sawah tradisional Bali tersebut meraih penghargaan internasional dalam ajang Asian Tourism & Hospitality Awards 2025-2026 atas prestasinya menjaga kelestarian alam, budaya, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis (14/5) lalu. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/YU

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 3 JULI 2026 (ANTARA) – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata mempromosikan keindahan pariwisata Indonesia kepada wisatawan asal Malaysia melalui penyelenggaraan “Wonderful Indonesia Sales Mission 2026”.

 

“Melalui kegiatan ini, Kemenpar tidak hanya menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asal Malaysia, tetapi juga mendorong persebaran kunjungan ke berbagai destinasi di Indonesia, memperpanjang lama tinggal, serta meningkatkan pengeluaran wisatawan selama berwisata di Indonesia,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

 

Made mengatakan kegiatan tersebut terselenggara atas dukungan penuh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan dilaksanakan di dua kota strategis, yakni Seremban, Negeri Sembilan pada 18 Juni 2026 serta Kuala Lumpur pada 19 Juni 2026.

 

Promosi tahun ini berfokus pada pengenalan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 5 Destinasi Pariwisata Regeneratif yang menawarkan pengalaman wisata berkualitas, berkelanjutan, ramah lingkungan, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di destinasi.

Baca juga  Program THR Masih Belangsung di Dealer Honda Sulut untuk Semua Pembelian Motor Matik

 

Menurut Made, pelaksanaan Wonderful Indonesia Sales Mission 2026 memiliki nilai tambah melalui kolaborasi strategis dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas antardestinasi sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan terintegrasi bagi wisatawan.

 

“Keterlibatan PT KAI menjadi langkah strategis untuk memperkuat aksesibilitas wisata sekaligus memperkenalkan perjalanan kereta api sebagai bagian dari pengalaman berwisata di Indonesia,” katanya. Made berharap kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku industri pariwisata dapat semakin memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dan Malaysia di sektor pariwisata sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) Rafli Yandra menyampaikan berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terintegrasi sehingga wisatawan Malaysia dapat lebih mudah menjelajahi berbagai destinasi unggulan, khususnya di Pulau Jawa maupun wilayah Indonesia lainnya.

Baca juga  Ini Lima Rekomendasi Destinasi Wisata di Manado yang Paling Banyak Dipesan di Aplikasi Maxim

 

“KAI siap menjadi bagian dari ekosistem pariwisata nasional sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan asal Malaysia,” ujar Rafli.

 

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Pariwisata menghadirkan sekitar 25 pelaku industri pariwisata Indonesia (seller) yang terdiri atas biro perjalanan wisata, perhotelan, pengelola destinasi, serta mitra industri terkait. Mereka dipertemukan secara langsung dengan sekitar 70 pelaku industri pariwisata Malaysia (buyer) yang berasal dari Negeri Sembilan, Melaka, dan Kuala Lumpur.

 

Rangkaian kegiatan Wonderful Indonesia Sales Mission Malaysia 2026 meliputi table top business meeting yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dan Malaysia untuk menjajaki peluang kerja sama bisnis, product presentation oleh PT KAI (Persero) mengenai layanan, jaringan rute, dan kemudahan paket wisata berbasis kereta api, serta networking session yang menjadi wadah memperkuat jejaring dan membangun kolaborasi jangka panjang antarpelaku industri pariwisata kedua negara.

 

Oleh Hreeloita Dharma Shanti

Editor : Mahmudah

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *