https://www.facebook.com/Jokowi/videos/2189409848056293/
MANADO – Antusias warga Manado dan sekitarnya, untuk melihat dari dekat Joko Widodo (Jokowi) dan Iriana, sangat luar biasa. Mereka rela antri dijalanan sejak pukul 11.00 Wita, agar bisa mendapat tempat untuk terbaik melihat dan menyambut kepala negara dan ibu negara, yang merakyat ini. Terpantau, jalanan di Ringroad Winangun – Maumbi – Kairagi macetnya hampir 10 km tiap jalannya. Namun hal ini, tidak membuat sebagian besar dari para pemilik kendaraan yang melalui jalan-jalan tersebut mengeluh.
“Mo lia Jokowi dengan Ibu, inilah resikonya. Dia orang baik jadi pasti banyak yang suka juga mo lia pa dia, sam deng torang,” Kata Yani Lengkong, warga Warembungan, Minahasa pada Manadones. Senada juga dikatakan oleh Rommy Kalesaran dari Warga Pineleng, yang mengaku membawa keluarga besarnya, khusus melihat Jokowi dan istrinya. “Ingin lihat langsung. Kan lebih baik melihat dari dekat, ya untung untungan kalau bisa bersalaman langsung,” ujarnya.

Tidak ketinggalan warga yang berada di dekat di Bandara Sam Ratulangi Manado, yang mengaku memilih juga untuk ke Bandara, demi melihat mantan Wali Kota Solo dan Gubernur Jakarta ini dari dekat. “Dari jam 11, kita so di bandara. supaya niy motor dapat tampa parkir. Jokowi kwa kita pe idola” tambah Joan Kelung warga Koka, Talawaan. Kerumunan warga dan kendaraan yang menuju bandara makin padat dan banyak sekira pukul 13.00 Wita, malah terlihat juga para anggota partai politik yang datang dengan atribut partai peserta pemilu, juga terlihat memadati jalan Mr. AA Maramis ini.

Walau banyak yang antusias namun ada juga warga yang merasa dirugikan. Pasalnya, mereka harus menerima kenyataan bahwa perjalanan mereka yang akan menggunakan bandara ini terkendala, hingga banyak para pemilik tiket pesawat terbang yang tidak bisa tibat tepat waktu. Jokowi dan istri sendiri tiba di Sulut sekira pukul 18.00 Wita, dan disambut langsung oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw dan Forkopinda Sulut.
Sebelumnya, Jokowi disebutkan untuk melakukan kampanye terbuka untuk pagi hingga siang hari di Sulut sebagai Calon Presiden RI, namun membatalkannya karena menghormati jadwal ibadah warga Nasrani, dia kemudian menggantinya dengan jadwal sebagai kepala negara untuk menghadiri Konfrensi Gereja dari anggota Persatuan Gereja Indonesia (PGI) di Sutan Raja Hotel, Airmadidi Minahasa Utara (Minut). (charencia Repie)





