AIRMADIDI — Waisak dikenal sebagai Hari lahir Sang Buddha, untuk pemerintah kabupaten Minahasa Utara (Minut), mengajak warga yang merayakannya, untuk merayakan perayaan ini dengan penuh rasa syukur.
“Sebagai kepala pemerintah di Kabupaten Minut, saya mengucapkan selama merayakan Hari Raya Tri Suci Waisak pada umat Buddha 2564 yang merayakan. Perayaan ini, walau ditengah pendemi Covid-19 harus tetap kita syukuri dengan bahagia, penuh rasa sukacita dan bebas dari rasa kebencian,” tutur Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan (VAP) pada media massa lokal tadi pagi. Pemimpin pilihan warga, dari kabupaten pecahan Minahasa induk ini juga meminta agar hari raya ini, warga meninggalkan rasa permusuhan dengan sesama dan alam. “Saat ini kita harus bersatu, saling membantu dan mendukung dan berbagi dengan sesama. Saya juga berharap, umat Buddha dapat bersabar menghadapi wabah Covid-19. Mari patuhi anjuran pemerintah untuk tinggal dirumah, dengan menerapkan hidup bersih dan sehat,” tuturnya, sambil mengingatkan, untuk tidak lupa selalu menggunakan masker, menjaga jarak, beribadah dan bekerja dirumah dulu. “Serta yang utama adalah selalu berdoa meminta kepada Tuhan agar wabah Corona ini segera berlalu,” tambahnya.
Senada juga diungkapkan oleh wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Minut, Shintia Gelly Rumumpe (SGR), yang ikut menerangkan bahwa Minut dikenal juga sebagai daerah yang menjujung tinggi toleransi antar umat beragama. “Mari kita jaga kebersamaan dan saling mengingatkan. Selamat merayakan Hari Raya Waisak. Dan sama sama kita ikuti anjuran pemerintah agar bisa memutus penyebaran Covid 19 di daerah kita,” sebut SGR yang kini duduk sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Minut ini. (graceywakary)





