TAHUNA, 1 Mei 2021 — Merayakan hari buruh internasional, atau Mayday para pekerja di Ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe memutuskan terlibat langsung dalam bakti sosial untuk lingkungan, untuk menghindari aksi demo atau turun ke jalanan yang biasanya digelar.
Dari pantauan MANADONES, ratusan buruh bersama jajaran Dinas ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sangihe, Polres Tahuna dan anggota Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) kelas II Tahuna melakukan aksi lingkungan ini disekitar di pelabuhan Nusantara Tahuna. “Ini, merupakan hari Istimewa bagi para buruh, dan untuk tahun 2021 ini agak berbeda, yang biasanya teman teman buruh menyatakan sikap tentang hak hak yang harus di penuhi, tetapi kali ini justru bukan hak yang mereka tuntut, teman teman buruh menunjang program pemerintah terutama di bidang lingkungan hidup,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Sangihe, Dokta Pangandaheng yang di temui di selasela kegiatan positif ini.

Pangandaheng juga berharap kegiatan Baksos seperti ini akan dapat terus di tingkatkan di hari-hari yang akan datang. “Kami (Disnaker-red) memberikan Apresiasi kepada jajaran Polres Sangihe dan KUPP kelas II Tahuna serta semua pihak pihak yang terlibat dalam Baksos ini karena telah memberikan dukungan, dan berharap kegiatan Baksos seperti ini akan dapat terus di tingkatkan,” kata Pangandaheng
Di tempat yang sama, Ketua Buruh pelabuhan Tahuna Jhoni Bawasa mengatakan, tenaga kerja Bongkar Muat (TKBM), maupun Tenaga kerja unit bagasi Pelabuhan Tahuna melakukan aksi baksos ini, untuk membantu kepentingan Daerah dalam rangka kebersihan bersama. “Yang menjadi polemik bersama adalah ketika pada peringatan Mayday atau hari buruh adalah para buruh melakukan orasi orasi di jalan, tetapi kali ini kami lebih memilih mengambil kegiatan yang positif yaitu membantu pemerintah Kabupaten Sangihe membersihkan lokasi lokasi yang menjadi pusat perhatian seperti pelabuhan Nusantara Tahuna, karena ketika orang yang datang dengan kapal ke Sangihe yang pertama di pandang adalah Pelabuhan Nusantara Tahuna yang menjadi gerbang, jadi kami membersihkan Pelabuhan,” kata Bawasa, sembari berharap kepada pemerintah Daerah, Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk tetap memperhatikan nasib buruh di Sangihe. (Ryansengala)





