MANADO, 2 FEBRUARI 2022 – Sulawesi utara (Sulut), dikenal sebagai surganya para pecinta dunia selam dan fotografi bawah laut.
Bunaken, Lembeh, Sangihe, Kalasey, Bolsel sudah mendunia kecantikannya, dan kini Insan Pariwisata Indonesia (IPI) Sulut mengungkap pesona lain dari bawah laut milik Kabupaten Minahasa yang jarang diekspos dibanding lima kawasan diatas.
Spot selam Tanjung kelapa yang ada di Desa Poopoh Kecamatan Tombariri, Minahasa disebut amat menarik dan layak untuk kawasan peyanggah dari kawasan Taman Laut Bunaken. Disini, diterangkan oleh Ketua Insan Pariwisata Indonesia (IPI) Sulut, Sonny Tasidjawa pada MANADONES siang tadi ada terdapat empat lebih titik selam dengan karakter dan keunikan yang berbeda.
“Terdapat empat lebih titik selam dengan karakter dan keunikan yang berbeda disini. Ada spot selam yang berarus, tebing dengan pemandangan ikan yang melimpah dan cukup besar, ada juga spot macro photographer dengan biota unik dalamnya, ada juga yang spot khusus untuk keindahan terumbu karang dan aksi karang dan atraksi lainnya,” ungkapnya, sembari menyebut kawasan ini sebagai kawasan sehat dan amat menantang para penyelam dan fotografer untuk dinikmati.

Sonny sendiri merupakan salah satu penyelam yang sudah menikmati kawasan ini, termasuk empat spot tersebut, dan menjadi salah satu fotografer bawah laut IPI Sulut yang mengabadikan pesona unik kawasan ini.
IPI Sulut, kemarin (1/2), memang menggelar kegiatan bersih bersih kawasan ini bersama Balai Taman Nasional Bunaken dibantuk warga dari lima desa.
“Terima kasih pada Hendrieks Ansen Rundengan sudah memfasilitasi kegiatan ini. Kemarin 1 februari 2022, kami bersama Balai Taman Nasional Bunaken, Seksi wilayah 2, kelompok masyarakat dari 5 desa melakukan aksi bersih pantai di lokasi wisata tersebut,” tambahnya Sonny.
Rundengan berharap kawasan nya bisa menjadi kawasan pariiwsata unggulan di Minsel dan Sulut secara umum. “Ini untuk mengangkat ekonomi kerakyatan disini,” sebutnya. (Christi Tamanampo)





