MANADO, 16 APRIL 2026 – Jam ditangan menujukkan pukul 09.15 WITA, dan Kapal Godbless Kawanua Trip yang saya tumpangi bersama 10 mahasiswa dan 3 staf dosen dalam rangka Praktek Program Studi Program Studi (Prodi) D3 Ekowisata Bawah Laut (EBL) di Politeknik Negeri Manado (Polimdo), ke Bunaken tiba tiba berjalan perlahan saat berada di area Teluk Manado depan Kalasey.
Padahal Kapal yang dikemudikan oleh Opo Jem ini sebelumnya melaju dengan dua mesinnya. Opo terlihat mematikan salah satu mesin kapal, dan meminta kami yang ada dalam kapal untuk segera mengabadikan pemandangan menarik di depan kapalnya. “Didepan situ ada ikan besar, coba lihat,” katanya. Sontak kami pun yang awalnya duduk dalam area buritan, segera beralih ke area pagar haluan kapal.
Sempat kaget, karena ada sekira 16 paus berukuran besar, dan setelah diamati seksama, kami bertemu dengan kawanan Paus Pilot atau Pilot Whales sirip pndek, yang dikenal dengan nama latin Globicephala macrorhynchus. Walau begitu, para paus ini terlihat tenang, dengan melakukan aktivitas berenang sangat pelan dan beberapa melakukan logging atau setengah tertidur. Empat paus yang masuk golong karnivora ini, terlihat bermain disekitar kapal.
Hampir 10 menit kami menikmat interaksi langka ini, kemudian Kapten Opo menyalakan kembali kedua mesin kapalnya, menjauh kearah kawanan yang terlihat bergerak perlahan ke arah perairan Amurang. Peneliti kelautan yang juga dosen Polimdo, Youdy Joseph Hendrik Gumolili SPi MSi pada MANADONES menjelaskan bahwa kawanan paus ini memang hidup di perairan beriklim hangat dan perairan tropis. “Dan saat ini, mereka berada di kawasan perairan kita, walau bukan merupakan kawasan tetap yang mereka tinggali,” jelas Mner Youdi, yang juga peserta dalam kapal yang kami tumpangi.
Dia juga mengungkapkan Paus Pilot merupakan hewan yang hidup secara berkelompok, berkisar antara 15 hingga 30 ekor paus yang masih memiliki kekerabatan. “Paus ini, makanan utamanya adalah cumi-cumi juga jenis ikan seperti makarel, hake, herring, cod dan gurita. Mereka sering berburu di perairan dalam, menyelam hingga kedalaman 1.000 kaki,” terangnya.
Sementara itu dua dosen Polimdo lainnya Frans Vicktor Rattu SE MM, dan Alma Pongtuluran SE MPd menambahkan, walau mereka terlihat di area Teluk Manado, namun pertemuan ini amat jarang terjadi untuk perhitungan dalam setahun. “Kadang mereka terlihat tiga hingga lima tahun sekali dalam bentuk kawanan besar seperti tadi,” ungkap Frans yang juga menjabat sebagai Kepala Laboraturium Selam Polimdo. “Jadi kita beruntung melihat mereka dari dekat dan dalam kawanan yang jumlahnya mencapai 16,” tambah Alma.
MANADONES pun mencari dibeberap tulisan ilmiah, bahwa aksi kawanan Paus Pilot yang berenang tenang, berputar, dan mengapung di permukaan laut sering disebut sebagai perilaku logging, atau fenomena alam yang wajar dan memiliki beberapa makna, umumnya berkaitan dengan istirahat dan interaksi sosial. Dimana berputar dan mengapung bersama adalah cara mereka menjaga ikatan kelompok, juga bisa disebut sebagai cara menghilangkan parasite di kulit mereka yang hitam pekat. (graceywakary)





