TAHUNA, 13 SEPTEMBER 2023 – Kejadian yang sempat menggegerkan warga Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Sabtu malam, 9 September 2023, di Hotel Tahuna Beach, telah berakhir damai setelah mediasi yang dilakukan antara pihak Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tahuna dan Asosiasi Sopir Angkot Tahuna.
Pada Selasa kemarin (12/9), bertempat di Karangetang Huize, Dandenpom Lanal Tahuna Mayor Laut (PM) Ferry Rungkat didampingi perwakilan dari sosiasi Sopir Angkot menjelaskan kronologis kejadian yang bermula dari kedatangan beberapa anggota Lanal Tahuna, yaitu Serda Bah Maikel, Kld Bah Fatur, dan Kld Bah. Wayan, pergi ke Hotel Tahuna Beach untuk memantau kegiatan pameran otomotif Sangihe Automotive Festival (SAF). Namun, perjalanan mereka berubah menjadi insiden yang tidak diinginkan, karena makian yang ditujukan pada Wayan, saat akan melewati area kerumunan massa.
Usai makian, Wayan juga dikerumuni massa yang berjumlah 10 orang dan dipukuli, melihat ini Serda Bah Maikel dan Kld Bah Fatur berusaha untuk melerai pertengkaran, tetapi tidak mampu meredam jauh, keduanya kemudian melaporkan ke grup Bintara dan Tamtama Lanal Tahuna, yang kemudian mendatangi area pemukulan, untuk mencari tahu keberadaan Wayan. “Namun, saat itu orang tersebut tidak mengaku terlibat, sehingga dia akhirnya diserang oleh anggota Lanal. Orang tersebut, kemudian dibawa ke Boulevard Tanjung Apes untuk memanggil rekan-rekannya yang juga terlibat dalam pemukulan,” katanya.
Mayor Laut (P) Ferry Rungkat menyampaikan permintaan maaf atas insiden ini dan menegaskan bahwa mereka akan menindak tegas oknum anggota yang terlibat dalam pemukulan, menunggu keputusan DanLanal Tahuna. Kejadian ini kemudian berujung pada pertemuan damai antara kedua belah pihak pada Senin, 11 September 2023, di Kantor Pomal Lanal Tahuna. Lanal Tahuna dan Asosiasi Sopir Angkot Tahuna sepakat untuk memaafkan satu sama lain dan menyelesaikan konflik dengan perdamaian.
Ketua Persatuan Sopir Angkot, Jonex Karel, dalam Press Release, membenarkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan damai dengan Lanal Tahuna. “Lanal Tahuna sudah menjamin tidak akan ada intimidasi lagi, dan kejadian ini tidak akan terulang. Pihak Lanal akan memfasilitasi semua sopir yang terlibat untuk mendapatkan perawatan medis yang mereka butuhkan,” kata Karel. Dari lima sopir angkot yang terlibat dalam insiden ini, salah satunya saat ini dirawat di RSD Liun Kendage Tahuna, dan semuanya telah difasilitasi oleh Lanal Tahuna. Keluarga korban pemukulan, Nixon Bawuno menyatakan bahwa mereka telah memaafkan oknum anggota dan juga memohon maaf atas kejadian yang melibatkan anaknya.
Pada kesempatan yang sama, Mayor Laut (P) Wartokhid Pjs Palaksa Lanal Tahuna juga menyampaikan permohonan maaf atas nama institusi dan mengapresiasi keterbukaan keluarga serta Asosiasi sopir angkot. Dia berharap insiden ini menjadi pembelajaran bersama dan berharap agar tidak ada lagi permasalahan di masa depan. (Ryansengala)





