Potensi Kelapa untuk Ilmu Pengetahuan dan Ekonomi di Bahas di Seminar Internasional Unsrat

Rektor Unsrat dan Dekan Faperta Unsrat yang hadir langsung dalam seminar ini.

MANADO, 13 OKTOBER 2023 – Sebagai daerah yang memiliki perkebunan kelapa terbesar di Indonesia, membuat Sulawesi utara (Sulut), terus dilirik sebagai kawasan untuk pengembangan teknologi kekinian dan ekonomi.

 

Bacaan Lainnya

Inilah, yang dibahas dalam seminar internasional  yang digelar hari ini, dalam rangkaian Dies Natalis ke—63 Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Harnessing Coconut Potential for Offsetting Carbon Emission : Integrating Science and Economy for a Sustainable Future. Menurut Ketua Panitia Seminar, DR John Tasirin seminar ini merupakan upaya kolaboratif Internasional Coconut Community (ICC), dan Faperta Unsrat untuk mendorong peran sentral industri kelapa dalam mitigasi perubahan iklim. “Disini, kita membahas  penelitian ilmiah dan strategi ekonomi, yang bertujuan untuk menyelidiki kapasitas budidaya kelapa dalam menyerap karbon, yang tidak hanya menargetkan masa depan yang berkelanjutan bagi planet ini tetapi juga memperkuat langkah-langkah keberlanjutan global,” kata Tasirin, sambil menyebut seminar ini adalah bagia dari Dies Natalis ke-63 Faperta Unsrat, saat ditemui kemarin.

Baca juga  10 Bahasa Daerah di Sulut Tidak dalam Kondisi Aman

 

Seminar yang digelar hingga 14 Oktober ini, juga membahas tentang kebijakan dan regulasi yang dikembangkan dalam tema bahasan, Policy and regulation of energy transition and lathway to net zero. Dimana, Chairman, Indonesia Carbon Trade Association  Dr Riza Suarga tampil sebagai pembicara pertama, bersama Administrator Philippine Coconut Authority/Pica Philippines Bernie F Cruz, Gregory Bardies.

 

Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie, MEng IPU, saat membuka seminar ini menyampaikan bahwa, seminar ini  dilaksanakan untuk menjawab tantangan perubahan iklim global, dan menjalankan agenda pembangunan berkelanjutan. “Disini, para ilmuwan berkumpul dan fokus pada pemanfaatan potensi kelapa untuk mengurangi emisi karbon. Serta mempresentasikan beragam penelitian terkini yang mengungkapkan potensi besar kelapa dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim,” kata Rektor Sompie, yang memberikan apresiasi pada Faperta Unsrat, serta  berharap, seminar internasional ini memberikan landasan kuat bagi upaya bersama dalam memanfaatkan potensi kelapa, untuk mengimbangi emisi karbon, dan menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Baca juga  BI dan Pemprov Sulut Optimistis Tatap 2026 dengan Kebijakan Pro-Growth

 

Seminar yang digelar di Arya Duta Hotel ini, juga menghadirkan para pakar sebagai pembicaranya seperti Hengky Novarianto dari BRIN dan Wildlife Conservation Society – Indonesia Program, CEO PT TOM Cococha Indonesia Asep J Mulyana, Chief Executive Officer Deejay Coconut Farm Private Limited India Saibal K DE. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *