JAKARTA, 2 APRIL 2022 — Bagi para ibu hamil dan menyusui, jangan ragu untuk melakukan ibadah di Bulan Ramadan ini atau berpuasa.
Ini, dijelaskan oleh praktisi kesehatan nasional, Dr dr Ray Wagiu Basrowi MKK dalam forum Instagram live di akun @ray.w.basrowi bertajuk “Ibu Hamil dan Menyusui, Bisakah Puasa?” pagi tadi. Menurutnya, ibu hamil dan menyusui pada prinsipnya bisa berpuasa selama kondisi umum nya terkontrol dan tidak memiliki masalah klinis serius yang sedang di monitor dokter atau bidan.
Berbicara melalui pakar kedokteran kerja, dan praktisi industri nutrisi Dr dr Ray Wagiu Basrowi menyebutkan, untuk ibu menyusui memang harus dipikirkan secara matang terutama untuk ibu menyusui dalam periode ASI eksklusif 6 bulan pertama. Karena di enam bulan pertama ASI adalah makanan utama dan satu-satunya bagi bayi sehingga kualitas ASI dan tentu saja volume ASI harus tetap terjaga.
“Yang perlu dilakukan adalah memastikan status hidrasi atau kecukupan cairan, ini penting karena ASI itu komposisi utama dominan nya adalah air. Selain itu biasanya ibu menyusui akan cenderung merasa mudah haus setelah menyusui atau memompa ASI. Juga harus dipikirkan potensi dehidrasi, sehingga volume ASI juga mungkin akan terganggu, akibatnya malah bisa menggagalkan ASI eksklusif. Jadi, memang dikembalikan ke kemampuan Ibu dan konsultasi dengan dokter atau bidan, ungkap Medical Science Director Danone Indonesia ini dalam rilis medianya pada MANADONES sore tadi.
Diterangkan juga, bahwa bagi ibu pekerja, tantangan menyusui sambil berpuasa juga menjadi semakin berat. Beberapa hasil penelitian observasi okupasional juga mengungkapkan ibu pekerja yang menyusui dan berpuasa justru mengalami beberapa keluhan terkait stamina kerja, terutama pada kalangan pekerja buruh perempuan.
Untuk kondisi seperti ini memang sebaiknya yang di prioritaskan adalah menyusui dulu dan puasa bisa dipikirkan untuk mengganti dengan berbagai macam bentuk ibadah pengganti puasa yang diizinkan.
“Karena pasti berat sekali kalau menyusui dan berpuasa, selaiin haus, risiko dehidrasi, belum lagi kelelahan karena kalua bayi masih dibawah enam bulan kan ASI masih on-demand, jadi bisa saja tengah malam sebelum sahur tidak istirahat, terus harus bangun menyiapkan sahur, shalat subuh dan pagi harus kerja lagi. Jadi memang tantangan ibu pekerja yang menyusui untuk berpuasa sangat berat. Kembalikan lagi ke ibu nya,” ungkap dokter lulusan Universitas Sam Ratulangi yang memiliki lebih dari 20 ribu follower.
Dalan konteks yang sama, dr Febriansyah Darus SpOG(K), juga menyarankan khusus untuk ibu hamil di trimester pertama atau usia 1-3 bulan lebih berhati-hati dan harus konsul dokter kandungan atau bidan dulu.
“Yang pasti ada kondisi yang tidak disarankan berpuasa, yaitu ibu hamil yang mengalami gejala emesis atau mual dan muntah yang berat, atau yang terdeteksi adanya gangguan pertumbuhan janin”, ungkap Dr Febri yang merupakan dokter kandungan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta ini.
Kedua pakar kesehatan dan memiliki latar belakang pendidikan kedokteran inipun, sepakat menyatakan bahwa berdasarkan begitu banyak bukti klinis, baik ibu hamil maupun ibu menyusui dalam kondisi apapun tetap wajib control teratur ke tenaga Kesehatan. Dimana, ibu hamil pemantauan kondisi kehamilan dengan antenatal care teratur wajib untuk memastikan keselamatan ibu dan janin serta nya. (Graceywakary)





