MANADO, 7 MEI 2026 – Lagi lagi perguruan tinggi terbaik Sulawesi utara (Sulut), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mencetak momentum bersejarah, dalam dunia pendidikan dengan mengukuhkan 10 Guru Besar baru dari berbagai disiplin ilmu.
Prosesi pengukuhan ini dilaksanakan dalam Sidang Terbuka Senat yang berlangsung di Auditorium Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo pada Kamis, pagi tadi. Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., secara resmi mengukuhkan para akademisi unggulan ini. “Pengukuhan Guru Besar hari ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi kebanggaan keluarga dan Universitas Sam Ratulangi, serta masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Prof. Sompie.
Rektor juga mengingatkan, menjadi Guru Besar membawa tanggung jawab moral yang besar. Menyitir pemikiran Ki Hadjar Dewantara, beliau menekankan bahwa pendidikan adalah tempat bertumbuhnya budi pekerti dan pikiran. Guru Besar diharapkan tidak hanya bergelut dengan data riset, tetapi wajib menjadi penuntun serta teladan bagi generasi muda. “Ini bukanlah garis finis. Sebaliknya, ini adalah gerbang menuju tanggung jawab yang lebih besar terhadap masyarakat,” tegas Rektor.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sulut yang diwakili oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi SULUT, Jani Lukas SP.i, M.Si, menyatakan bahwa gelar ini adalah simbol harapan bagi pembangunan daerah.
Pemerintah Provinsi berharap kontribusi riset dan inovasi dari para Guru Besar dapat menggali keunggulan lokal serta mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor. Melalui sinergi ini, diharapkan Sulawesi Utara dapat melangkah menuju daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Pengukuhan 10 Guru Besar ini menjadi bukti nyata komitmen UNSRAT dalam memperkuat sumber daya manusia dan meningkatkan kualitas akademik di kancah nasional maupun internasional.





