MANADO, 6 MEI 2024 – Perempuan di Sulawesi utara (Sulut), kini makin melek dengan pendidikan, dan capaian ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di Nyiur Melambai.
Tidak tanggung tanggung, dalam Press Release Berita Resmi Statistik Indeks Ketimpangan Gender Sulut siang tadi, Kepala BPS Sulut, Asim Saputra IKG Sulut di tahun 2023 sebesar 0,422, ini turun 0,022 poin dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 0,444 point. Menurut Asim ada beberapa hal yang mempengaruhi, salah satunya adalah persentase penduduk dengan pendidikan minimal SMA perempuan mencapai 48,69 persen sementara laki laki berada di 47,08 persen, untuk dimensi pasar tenaga kerja. “Jadi, dimensi pasar tenaga kerja mengalami penurunan ketimpangan disebabkan oleh kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan TPAK laki-laki,” jelasnya.
Walau begitu, untuk dimensi pemberdayaan, jelas Asim tingkat partisipasi angkatan kerja laki laki masih mendominasi dengan capaian 80,93 persen sementara perempuan baru mencapai angka 46,53 persen di kegiatan yang digelar di Kantor BPS Sulut, siang tadi. (widya desfita)




