MANADO, 7 JULI 2025 – Pada perdagangan hari ini, investor di Sulawesi utara (Sulut) masih memilih bertransaksi di saam saham milik grup milik salah satu Orang Terkaya di Indonesia, Prayogo Pangestu (PP) seperti saham milik BRPT, CUAN dan CDIA.
Ini diungkapkan oleh Kepala MNC Sekuritas Cabang Manado, Yansen Sumual sore tadi saat penutupan pasar, menurutnya transaksi sepanjang hari ini terlihat agak sepi untuk pasar dan investor Sulut. Diakuinya, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh sentimen CDIA akan IPO akhir pekan lalu. “Selain itu secara nasional juga memang agak sepi di mana mendekati penutupan pasar nilai transaksi bursa masih di sekitar Rp6,2 trilun,” kata Sumual.
Dia menambahkan saat ini, pasar masih terlihat menantikan kesepakatan dagang dan listing saham-saham baru di minggu ini, serta kebijakan The Fed milik AS. “Pasar menantikan apa yang terjadi setelah batas waktu tarif dagang 9 Juli 2025 dimana muncul isu bahwa akan di undur ke 1 agustus, hal ini menimbulkan sentimen negatif ke pasar karena adanya ketidakpastian,” ungkapnya sambil menambahkan Presiden Trump mulai mengirimkan surat kepada 12 negara mitra dagangnya mengenai besaran tarif yang akan mereka hadapi. Dari dalam negeri investor akan menantikan sejumlah data ekonomi seperti Indonesia Exchange Foreign Reserves Juni 25 dan pencatatan saham-saham IPO di bursa. (gracey wakary)





