MANADO, 5 MEI 2026 – Rektorat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), kembali mengingatkan tentang peran dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman.
Para dosen pun memikul tanggungjawab untuk hal tersebut. Ini dijelaskan oleh Wakil Rektor III Unsrat Dr Ralfie Pinasang pada konfrensi pers yang digelar siang tadi di Kantor Rektorat Unsrat, Manado siang tadi. Menurutnya menciptakan SDM kompeten, profesional, berkarakter, berintegritas, adaptif, inovatif dan berdaya saing global, serta kritis dan analitis bukanlah hal yang mudah.
Pasalnya para pembimbing dalam hal ini para dosen dan pimpinan fakultas harus memiliki kemampuan dan kebijaksanaan. “Menghasilkan generasi pemilik SDM terbaik dan berdaya saing, bukan hal yang mudah. Dan itu dimulai dari para dosen. Akhlak wajib diutamakan tanpa meninggalakn visi misi perguruan tinggi,” jelasnya.
Diapun mengungkapkan tentang dugaan kehadiran para oknum dosen yang mengikuti unjuk rasa dan membawa isu adaya dugaan korupsi Unsrat di Polda Sulut, pada 30 April 2026 lalu. “Proses klarifikasi terhadap oknu dosen yang diduga hadir dan membawa isu tersebut akan diperiksa. Semua akan ditangani sesuai aturan yang berlaku,” jelas Pinasang didampingi Wakil Rektor II Unsrat Ir Royke Montolalu MSc dan Humas Unsrat Drs Philep Regar MSi.
Aturan ini, dikatakan Pinasang adalah Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai dasar hukum. Ditambahkan juga oleh Montolalu, bahwa hak hak oknum dosen yang akan tereriksa tidak akan dihilangkan ataupun dihambat. “Pemeriksaan ini bukan menghilangkan hak mereka sebagai dosen, ini pemeriksaan,” jelas Montolalu.
Dugaan adanya mahasiswa Unsrat yang juga ikut terlibat dalam aksi ini, langsung mendapat pernyataan dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsrat, Solideo Saul dan Ketua Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Unsrat. Keduanya menegaskan bahwa tidak ada koordinasi maupun instruksi untuk turun ke jalan pada hari tersebut. “Kalau pun ada oknum yang turun, itu bersifat individu dan tidak ada kaitannya dengan BEM Unsrat,” ujar Saul.
Sementara itu, Regar juga meminta agar para dosen dan mahasiswa bisa memprioritaskan kewajiban mereka sebagai pembimbing atau dosen, dan sebagai mahasiswa. “Daerah dan negara kita membutuhkan SDM yang berkualitas, mari unjuk melalui kemampuan kalian dalam mendorong pembangunan lebih baik lagi,”kata mantan Dekan FISIP Unsrat ini. (gracey wakary)





