Mencintai dan Menjaga Rupiah itu Wajib Dilakukan Semua WNI

AI/sumber BI KPw Sulut

MANADO, 4 SEPTEMBER 2025 – Rupiah bukan hanya sekadar sebagai uang untuk transaksi semata, namun Rupiah pada dasarnya adalah simbol kedaulatan negara Indonesia, dan identitas nasional.

 

Bacaan Lainnya

Inilah mengapa Bank Indonesia (BI), selalu melakukan sosialisasi Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP) di setiap programnya  yang menyentuh masyarakat. Belum lama ini, BI Kantor Perwakilan (KPw) Sulawesi utara (Sulut) kembali melakukan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025 di lima pulau di Kabupaten Kepuluan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud, bekerja sama dengan TNI AL.

 

Tim ERB 2025 saat melakukan sosialisasi CBP Rupiah pada Agustus belum lama ini di pulau pulau terluar yang ada di Sangihe dan Talaud.

12 staf BI KPw Sulut, yang dipimpin oleh Plt Kepala Unit Kehumasan BI KPw Sulut Raja Alfredo Siregar tidak ketinggalan melakukan sosialisasi pada masyarakat di pulau yang mereka tuju.

Baca juga  Calvin Verdonk Kembali jadi Starter, Lille Takluk 0-2 dari Rennes

 

“Memahami Rupiah artinya memahami peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Khususnya yang ada di darah perbatasan. Penguatan nilai CBP Rupiah menjadi sangat penting sebagai bentuk nyata dalam menjaga kedaulatan negara, mempertegas batas ekonomi nasional, serta mencegah penggunaan mata uang asing dalam transaksi harian,” jelas Kepala Kantor BI Sulut, Joko Supratikto saat melepas ERB belum lama ini

 

Diurai Supratikto seluruh masyarakat Indonesia harus mencintai Rupiah, dan berkomitmen menjaganya. Aksi cinta pada uang Rupiah ini, diurai Supratikto salah satunya dengan tidak merusak Rupiah, dan menggunakannya secara bijak. Setiap warga negara Indonesia, termasuk yang ada di pulau pulau perbatasan, juga didorong  untuk bangga memiliki dan menggunakan Rupiah. “Menggunakan Rupiah adalah wujud jati diri anak bangsa dari bangsa yang berdaulat,” sebutnya.

Baca juga  Gelar Lomba Masak Antarkaryawan Titipku Jalin Kerjasama dengan Rinnai

 

Tim ERB 2025 dari BI KPw Sulut.

Peristiwa lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan pada 2002 lalu, adalah contoh minimnya penggunaan simbol- simbol kehadiran negara Indonesia, seperti Rupiah dalam aktivitas ekonomi masyarakat di dua pulau yang kini jadi bagian negara Malaysia. “Kehadiran negara tidak hanya diwakili oleh bendera dan bangunan pemerintahan tetapi juga melalui penggunaan dan pemahaman atas mata uang nasional.

 

“Itulah sebabnya sosialisasi CBP Rupiah, bukan hanya kampanye simbolik tetapi juga upaya membangun rasa nasionalisme dalam kehidupan sehari hari melalui hal yang paling dekat dengan gaya hidup kita, yaitu transaksi keuangan menggunakan Rupiah. Dan kegiatan CBP Rupiah di pulau yang kami datangi selalu mendapat sambutan hangat,” tambah Siregar. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *